Ia membawa 100 orang keluarganya dari Kampung Shak Shan Po. Saat itu, sudah ada dua kongsi besar di Pontianak, yakni Tszu Sjin dan Tio Ciu. Kedua kongsi ini menganggap Lo Fong sebagai orang penting.
Lo Fong pun memutuskan pindah ke Mandor. Di sana ia membangun rumah untuk rakyat, majelis umum, dan pasar. Lambat laun, ia menguasi tambang emas Liu Kon Siong dan tambang perak Pangeran Sita dari Ngabang.
Lo Fong pun berhasil menguasai Kerajaan Mempawah, Pontianak, dan Landak. Ketiga daerah ini disatukan menjadi Republik Lan Fong pada tahun 1777.
Pada tahun 1795, Lo Fong meninggal dan dimakamkan di Sak Dja Mandor. Republik ini pun bubar.
Pada tahun itu juga terjadi pertempuran antara kongs Tai Kong dan Sam Tiu Kiu. Hal ini disebabkan Sam Tiu Kiu melakukan penggalian emas di Sungai Raya Singkawang, daerah kekuasaan Tai Kong. Monterado pun akhirnya dikuasai oleh Sam Tiu Kiu.
Peta politik pun berubah sejak Belanda memasuki Kerajaan Sambas pada tahun 1818. Mereka mengatakan bahwa Monterado di bawah kekuasaan Pemerintah Belanda.
Beberapa perlawanan dilakukan oleh orang-orang Tionghoa, mereka menolak kekuasaan absolut Belanda. Pihak Belanda membubarkan seluruh perkosingan China di Kalimantan Barat.
Namun, sejak terjadi perang saudara di China pada 1921-1929, warga Tionghoa kembali masuk Kalimantan Barat dan sejumlah daerah Serawak dan Malaya.
Itulah sejarah orang tionghoa di Kalimantan Barat.
Baca Juga: Persaingan Penyedia Layanan 5G Sengit, Siapa Juaranya?
Kontributor : Sekar Jati
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM