SuaraKalbar.id - Nasib malang menimpa seorang remaja asal Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) yang menjadi korban penyanderaan saat berada di Malaysia.
Remaja bernama Haikal itu disandera oleh majikannya yang merupakan agen judi online di Kuching, Sarawak.
Keluarga Haikal yang tinggal di Balai Karangan, Sanggau lantas mengadukan penyekapan itu kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kuching.
Kepala KJRI Kuching Yonny Tri Prayitno lantas berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Sarawak Malaysia untuk pembebasan Haikal.
"Keluarga Haikal mengadu anaknya telah disandera oleh majikannya warga negara Malaysia yang merupakan agen judi online di Kuching, Sarawak pada Mei 2021 lalu dan pelaku meminta tebusan Rp 20 juta, untuk membebaskan Haikal," ujar Yonny seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/6/2021).
Yonny menuturkan majikan Haikal meminta uang tebusan karena remaja tersebut tidak bisa bekerja sebagai operator judi online dan mengeluh ingin pulang.
Si majikan berdalih, uang senilai Rp 20 juta digunakan sebagai tebusan agar Haikal bisa pulang ke Indonesia.
"Kepada kami Haikal mengaku dirinya masuk ke Sarawak dipaksa oleh temannya untuk bekerja di Malaysia, sekitar pertengahan bulan Mei 2021 dan dipekerjakan sebagai operator judi online di daerah Kuching, Sarawak," ujar Yonny.
Beruntung setelah koordinasi dengan pihak berwajib setempat, Haikal berhasil dibebaskan.
Baca Juga: Indonesia Masih Bergelut dengan Covid-19, Malaysia Umumkan Herd Immunity Agustus 2021
"Haikal warga negara kita ini berhasil dibebaskan tanpa kekerasan dan tuntutan pada tanggal 1 Juni 2021 ," kata Yonny.
Namun karena umur korban yang masih 16 tahun dan atas permintaan pihak keluarga, kemudian yang bersangkutan diserahkan ke KJRI Kuching untuk segera dipulangkan setelah proses dokumennya diselesaikan.
Seusia proses dokumen perjalanannya selesai disiapkan, Haikal dibantu KJRI Kuching dapat dipulangkan ke Indonesia melalui PLBN Entikong dan diterima oleh Satgas Pemulangan PLBN Entikong, Selasa (15/6/2021)
"Proses pemulangan berjalan lancar mengikuti protokol pencegahan Covid-19 di RS KPJ Kuching," pungkas Yonny.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Operasi Pasar Murah di Melawi Kalbar: Paket Sembako Rp50 Ribu
-
Lonjakan Penumpang Bandara Singkawang Jelang Cap Go Meh 2026 Tembus Dua Kali Lipat
-
Polisi Tertibkan 33 Pengendara Knalpot Brong di Singkawang
-
528 Hunian Sementara di Aceh Utara Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran 2026
-
2 Tersangka Korupsi Proyek Pabrik Es di Aceh Barat Daya Ditahan