Tangkapan layar Ustaz Abdul Somad. [Instagram/@ustadzabdulsomad_official]
Namun, UAS mengatakan boleh menolong anjing, tapi tidak boleh memelihara anjing. Sebabnya pahalanya bisa dikurangi.
"Tapi jangan jadikan judul pertanyaan ini jadi dalil memelihara anjing. Menolong anjing oke, tapi memelihara anjing jangan. Bapak ibu yang sedang memelihara anjing, balik dari sini lepaskan. Serahkan ke dinas, dinas apa yang ngurus anjing? Orang yang memelihara anjing, satu hari pahalanya dikurangi sebesar bukit Uhud. Bukit Uhud itu panjangnya 7 kilometer. Amalnya sebesar bisul," ungkapnya.
Tak cukup sampai di situ, UAS juga menyebut rumah orang yang memelihara anjing tidak akan dihampiri malaikat.
"Tapi malaikat yang tidak masuk itu malaikat rahmat. Malaikat maut masuk," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat
-
Empat Tahun Bintang 5, Bank Kalbar Disebut Kelas Nasional: Prestasi Nyata atau Sekadar Label?
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Viral 'Cium Lutut' ke Dedi Mulyadi, 5 Fakta Krisantus Kurniawan, Politisi PDIP dan Harta Kekayaannya