Tasmalinda
Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:53 WIB
Pembukaan Gawe Dayak 2026 [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pemkot Singkawang menargetkan perputaran transaksi UMKM sebesar Rp1,75 miliar pada penyelenggaraan festival budaya Gawe Dayak tahun 2026.
  • Optimisme target ekonomi tersebut didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat serta banyaknya jumlah pelaku UMKM yang terlibat aktif.
  • Keberhasilan target bergantung pada daya beli masyarakat, kualitas produk, serta kemampuan pelaku usaha dalam menarik minat para pengunjung.

SuaraKalbar.id - Pemerintah Kota  atau Pemkot Singkawang menargetkan perputaran transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp1,75 miliar dalam ajang Gawe Dayak Naik Dango 2026. Target tersebut menjadi salah satu indikator ekonomi yang paling disorot dalam penyelenggaraan festival budaya tahunan yang sudah terkenal tersebut.

Namun di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih menjadi perhatian di berbagai daerah, muncul pertanyaan: seberapa realistis target tersebut dapat dicapai?

Gawe Dayak selama ini dikenal bukan hanya sebagai perayaan budaya masyarakat Dayak, tetapi juga menjadi ruang promosi ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Ribuan pengunjung biasanya memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan rangkaian acara budaya sekaligus berbelanja produk kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif daerah.

Pemerintah Kota Singkawang optimistis angka transaksi tahun ini dapat menembus Rp1,75 miliar. Optimisme tersebut didasarkan pada tingginya antusiasme masyarakat serta meningkatnya jumlah pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Meski demikian, sejumlah pelaku usaha menilai capaian transaksi tidak hanya bergantung pada jumlah pengunjung.

Faktor daya beli, lama penyelenggaraan acara, kualitas produk, hingga kemampuan pelaku UMKM menarik konsumen juga menjadi penentu utama keberhasilan target ekonomi sebuah festival.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai daerah mulai menjadikan festival budaya sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal. Event tidak lagi sekadar ruang pertunjukan budaya, tetapi juga diharapkan menghasilkan perputaran uang yang berdampak langsung pada pelaku usaha kecil.

Singkawang sendiri memiliki posisi yang cukup unik sebagai kota tujuan wisata budaya di Kalimantan Barat. Kota ini dikenal dengan kekayaan tradisi multikultural yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Karena itu, target Rp1,75 miliar tidak hanya dipandang sebagai angka transaksi semata, melainkan juga menjadi ukuran sejauh mana festival budaya mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM

Pertanyaannya kini bukan sekadar berapa banyak pengunjung yang datang ke Gawe Dayak, melainkan apakah pengunjung tersebut benar-benar berbelanja dan menciptakan perputaran ekonomi sesuai harapan.

Jika target tersebut tercapai, Gawe Dayak dapat menjadi contoh bagaimana agenda budaya mampu bertransformasi menjadi mesin ekonomi daerah.

Namun jika realisasinya jauh di bawah target, evaluasi terhadap pola promosi, strategi UMKM, hingga kualitas event kemungkinan akan menjadi pembahasan penting setelah festival berakhir.

Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah festival ekonomi-budaya tidak hanya diukur dari ramainya panggung dan jumlah penonton, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan pelaku usaha lokal.

Load More