Tasmalinda
Minggu, 31 Mei 2026 | 20:34 WIB
BPR Pontianak disebut penggerak ekonomi rakyat, mengapa UMKM masih sulit naik kelas?
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Pontianak menegaskan peran strategis BPR dalam mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di daerah tersebut.
  • Pelaku UMKM masih menghadapi hambatan daya saing, pemasaran, dan adaptasi teknologi meski telah mendapatkan akses modal usaha.
  • BPR dituntut meningkatkan nilai tambah dan inovasi agar mampu membantu UMKM tumbuh mandiri serta lebih kompetitif secara ekonomi.

SuaraKalbar.id - Bank Perekonomian Rakyat (BPR) kembali mendapat sorotan sebagai salah satu lembaga keuangan yang paling dekat dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun di tengah besarnya peran tersebut, muncul pertanyaan yang masih relevan hingga kini: mengapa banyak usaha kecil masih kesulitan berkembang dan naik kelas?

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah mengungkapkan, lebih dari 60 persen nasabah BPR berasal dari kalangan UMKM. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa BPR memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

"Data menunjukkan lebih dari 60 persen nasabah BPR adalah pelaku UMKM. Ini membuktikan BPR adalah garda terdepan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan," ujar Amirullah saat membuka kegiatan Funwalk Hari BPR-BPRS Nasional di Halaman Museum Kalbar, Minggu (31/5/2026).

Ia menegaskan, BPR bukan sekadar lembaga perbankan yang menyalurkan pembiayaan. Lebih dari itu, BPR berperan sebagai jembatan yang menghubungkan potensi masyarakat dengan peluang usaha, akses modal, serta penguatan ekonomi lokal.

Menurut Amirullah, banyak kisah sukses UMKM yang tumbuh bersama dukungan BPR, meski peran tersebut sering kali tidak terlihat di ruang publik.

"Di balik setiap cerita sukses UMKM, sering kali ada BPR yang bekerja dalam diam tanpa sorotan kamera, namun dengan dedikasi yang luar biasa," katanya melansir ANTARA, Minggu (31/5/2026).

Meski demikian, tantangan yang dihadapi BPR tidak sedikit. Persaingan dengan bank umum, kehadiran layanan keuangan digital, hingga perubahan perilaku nasabah menuntut BPR terus beradaptasi.

Karena itu, Amirullah menilai ada tiga hal yang harus terus diperkuat, yakni kedekatan dengan masyarakat, inovasi layanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola lembaga.

Menurutnya, kedekatan emosional dan sosial dengan masyarakat menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak lembaga keuangan lainnya. Modal tersebut dinilai penting untuk membangun layanan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.

Baca Juga: Saat Keluarga Pasien di Pontianak Panik Cari Darah, Modus Penipuan Mulai Bermunculan

Di tengah berbagai tantangan ekonomi saat ini, kemampuan BPR menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong UMKM berkembang akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekonomi rakyat di daerah.

Load More