SuaraKalbar.id - Keunikan Danau Sentarum, salah satu obyek wisata di Kalimantan Barat. Danau Sentarum disebut sebagai danau musiman.
Danau Sentarum juga terkenal sebagai surga flora dan fauna. Lokasinya berada di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Danau ini memiliki luas 132.000 Ha ini berbeda dengan danau pada umumnya. Disebut sebagai danau musiman karena hanya dipenuhi air selama 10 bulan setiap tahunnya.
Selama dua bulan, danau ini akan surut dan membentuk kolam-kolam kecil yang berisi ikan-ikan kecil. Saat kemarau tiba, danau ini memasok setengah jumlah airnya ke Sungai Kapuas.
Selain itu, di kedua musim tersebut, di danau ini akan ditemui beragam flora dan fauna yang berbeda. Danau ini juga berada di tujuh kecamatan yang berbeda, yakni Kecamatan Batang Lupar, Nanga Kantuk, Suhaid, Selimbau, Jongkong, Bunut dan terakhir Badau.
Jika ingin ke sana, diperlukan waktu 14 jam dari Kota Pontianak melalui perjalanan darat dan air. Adapun rute yang dilalui adalah Pontianak - Sintang - Semintau. Kemudian, dari Semitau bisa langsung menuju ke lokasi dengan menggunakan perahu listrik motor menuju Lanjak.
Bisa juga melalui jalur udara dengan rute Pontianak - Putussibau yang bisa menghabiskan masa tempuh sebanyak dua jam. Kemudian, dari Putussibau menuju Nanga Suhaid dengan longboat yang bisa menghabiskan waktu selama tujuh jam.
Daerah yang ada di sekitar danau ditinggal oleh masyarakat tradisional. Uniknya, mereka telah beradaptasi dengan naik turunnya air danau.
Mereka adalah Suku Dayak Iban, Dayak Sebaruk, Dayak Sonatas, Dayak Kenyah, dan Dayak Punan. Mereka tinggal di rumah panjang yang disebut sebagai Rumah Betang.
Baca Juga: Sejarah Melawi, Terkenal Punya Tradisi Perang Petasan
Dalam satu rumah, dihuni oleh lima sampai delapan kepala keluarga. Namun, ada pula yang dihuni oleh 15 sampai 30 kepala keluarga. Panjang rumah ini biasanya mencapai 186 meter dan lebar 6 meter.
Sejak tahun 1994, kawasan ini dimasukkan dalam daftar lahan basah yang penting di dunia. Beberapa jenis ikan dapat ditemukan di danau ini, antara lain jelawat (Leptobarbus hoevenii), menyadin (Osteochilus triporos), belantau (Macrochirichthys macrochirus), dan tapah (Wallago leeri).
Selain itu, ada pula burung dara laut (Sterna spp.) yang juga bermigrasi dari pantai ke daerah danau ini untuk bertelur. Sejak tahun 1999, Danau Sentarum pun ditetapkan sebagai taman nasional.
Itulah keunikan Danau Sentarum.
Kontributor : Sekar Jati
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Antisipasi Dampak Kemarau, Kemenhut Evakuasi Tiga Orangutan dari Permukiman Ketapang
-
Hery Gunardi Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Tegaskan Komitmen BRI untuk Ekonomi Kerakyatan
-
Semarak Merah Putih di Sofifi, BRI Dorong UMKM dan Potensi Ekonomi Desa
-
Asap Karhutla Kalimantan Sampai ke Negara Tetangga, Ini Kata BMKG
-
Kejutan BRI di Taiwan, Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Setelah Hampir Satu Dekade