Pebriansyah Ariefana
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengancam akan merazia gudang para produsen dan importir obat jika obat untuk Covid-19 masih langka dan mahal. [Antara]

SuaraKalbar.id - Luhut Binsar Pandjaitan serang BEM UI kritik Jokowi King of Lip Service. Menurut Luhut, kritikan itu tidak jelas.

Koordinator PPKM darurat sekaligus Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu melihat banyak yang kritik Jokowi, namun isi kritikannya tidak mendasar.

Luhut menilai, kritikan yang disampaikan kepada Presiden Jokowi belakangan ini tidak jelas arah dan tujuannya.

Terlebih cucunya yang paling besar saat ini juga duduk sebagai mahasiswa di sebuah kampus.

Baca Juga: Andi Arief Sebut Presiden Bebek Lemah: Terkungkung di Istana Menerima Laporan Saja

“Banyak orang saya lihat nganuin (kritik) Pak Jokowi. Padahal setelah saya lihat-lihat belakangnya, ndak jelas juga ini barang (kritiknya). Kritik Pak Jokowi bilang begini, begitu,” ujar Luhut dalam Podcast Close The Door Deddy Corbuzier, dikutip Hops.id pada Selasa (6/7/2021).

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra dan Veronica Koman. [Twitter]

“Saya sedih karena itu anak mahasiswa, cucu saya yang paling besar itu sudah mahasiswa,” lanjutnya.

Pria yang kini berusia 73 tahun ini pun mengimbau kepada para senior yang ada di kampus agar jangan salah jalan dalam mendidik mahasiswa baru, khususnya anak-anak muda generasi mendatang.

Luhut berharap, agar generasi penerus bangsa tersebut tidak dirusak oleh kepentingan-kepentingan politik yang terlalu ambisius.

“Biarlah mereka menjadi generasi penerus yang baik, jangan karena ambisi-ambisi kita tidak tercapai, lantas kita ajak anak-anak muda jadi rusak seperti kita,” tuturnya.

Baca Juga: Riuh Warganet Minta Jokowi Mundur, Refly: Wajar, Presiden Gagal Lindungi Segenap Bangsa

Pihaknya menegaskan, dalam sebuah kritikan yang disampaikan seharusnya dibarengi dengan tata krama yang santun.

Komentar