SuaraKalbar.id - Jumlah pasien COVID-19 di Kubu Raya Kalimantan Barat turun. Begitu juga Bed Occupancy Rate (BOR).
Hal itu dikatakan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.
Tidak hanya itu, kata Muda, angka kesembuhan pasien COVID-19 di kabupaten itu juga cukup tinggi jika dibandingkan dengan tingkat ketularan dan BOR sudah jauh menurun.
"Penurunan BOR ini dilihat dari meningkatnya angka kesembuhan pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit, yang mana 30 persen di RSUD Sudarso, RSAD Kartika Husada hampir 50 persen dan RSAU Dr. Sutomo angkanya juga sudah sangat rendah. Jadi kita optimis zona resiko ini berubah," kata Muda di Sungai Raya, Minggu (8/8/2021).
Selain itu, Muda menjelaskan, dari hasil testing, tracing dan treatment (3T) di lapangan ternyata banyak warga yang sudah lama isolasi mandiri (isoman) sudah sembuh.
Sehingga ini merupakan fakta yang ditemukan di lapangan yang sangat signifikan dan ada juga hasil yang sudah dua minggu baru keluar.
Sehingga saat keluarnya hasil positif itu, warga tersebut sudah lewat 11 hari dari masa isoman.
"Kondisi ini sudah menunjukkan kalau kita sudah jauh dari hal-hal yang tidak mengkhawatirkan," tuturnya.
Muda menilai, satu diantara sebab berpengaruhnya terhadap zona resiko itu dipengaruhi tingkat BOR yang mulai tinggi karena di RSUD Kubu Raya ini hanya memiliki 16 bed ditambah adanya lonjakan pasien menjadi 13 orang beberapa waktu lalu, sehingga BOR nya juga meningkat.
Baca Juga: 15 Nakes COVID-19, Layanan Rawat Jalan RSUD Sultan Muhammad Jamaludin I Ditutup
"Alhamdulillah, kita syukuri sampai hari ini tingkat kesembuhan pasien COVID-19 cukup tinggi, tentunya secara otomatis data BOR nya juga akan turun," kata Muda.
Dia menilai, hal yang paling terpenting tracingnya sudah dipercepat supaya masyarakat tidak perlu panik yang penting masyarakat tetap jalankan protokol kesehatan. Selain itu Pemda Kubu Raya juga mempercepat vaksinasi yang sudah dilakukan selama ini.
Menurut Muda, zonasi itu bersifat fluktuatif. Saat ini ada 11 desa berstatus zona merah 4 desa orange sedangkan 103 desa lainnya relatif kuning dan hijau.
"Kita melihat kondisi ini hanya fluktuatif saja, karena sehari atau dua hari bisa saja berubah statusnya. Namun hal yang terpenting ada langkah-langkah yang kita lakukan dan kita juga mengapresiasi masyarakat yang sadar melakukan swab sendiri, karena hal itu untuk mendeteksi dan mengidentifikasi supaya lebih efektif lagi," tuturnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini
-
Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan
-
Kalbar Masih Dikepung Asap, Beberapa Penerbangan di Bandara Supadio Dibatalkan
-
Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana
-
Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut