Sang ibu yang mengetahui putranya datang langsung menghampiri anaknya. Namun, si anak menolak pengakuan perempuan paruh baya itu adalah ibunya.
Perempuan tua itu sedih dan saat kapal besar itu meninggalkan danau, tidak lama tersiar kabar mengalami karam.
Saat melihat sebuah laet atau bakul nasi terapung-apung di atas danau, yakinlah sang ibu bahwa memang kapal anaknya karam. Pasalnya, laet itu adalah pemberiannya sebagai bekal perjalanan.
"Dari cerita itu, warga menyebutnya Danau Laet," ungkap Palestin (58), warga Subah, menceritakan kepada Insidepontianak.
Kreasi Berdasar Ide dari Tempat Wisata di Bandung
Meski terlihat bagus dan menarik sebagai kunjungan wisata, Danau Laet belum teraliri listrik. Kondisi itu tentu saja menyulitkan pengembangan tempat wisata ini di masa mendatang.
Ketua Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Sanggau, Anselmus mengatakan, sedari dulu hingga sekarang, PLN belum mengalirkan listrik ke lokasi Danau Laet. Padahal, di wilayah itu ada proyek pembangunan Jalan Trans Kalimantan.
Kondisi itu berdampak pada ekonomi penduduk lokal. Tak ada pertumbuhan ekonomi dan jalan di tempat. Penduduk menggunakan Danau Laet sebagai lokasi mata pencaharian.
"Kalau tidak berkebun dan berburu satwa liar di hutan, ya berburu ikan di danau," ungkap Anselmus.
Baca Juga: Jalan-jalan ke Kalimantan Barat? Ini Lima Hidangan yang Pantang Terlewat
Kekinian, dua perusahaan perkebunan sawit masuk ke Desa Subah. Sejak itu banyak pemuda beralih menjadi buruh di perkebunan sawit.
Selebihnya, masyarakat tak bisa berbuat banyak, untuk menggerakkan ekonomi desa, terutama produk pengolahan hasil pertanian dan ikan, yang mengandalkan operasional dari listrik.
Anselmus tak ingin di kampungnya dicap terisolir, ia pun berangkat ke Bandung, Jawa Barat, demi studi banding.
Floating Market di Lembang, Jawa Barat menjadi obyek wisata yang hendak dipelajari. Alasannya, tempat ini cukup dengan modal membuat danau buatan, kemudian ditambah dengan kemasan tata ruang yang apik, hingga menempatkan wahana bermain keluarga dan lokasi swafoto. Tempat itu sudah bisa menarik ribuan wisatawan dari luar datang ke Lembang.
Pulang dari Lembang, Anselmus menterjemahkan konsep wisata mirip floating market bagi Danau Laet.
Di area Gunung Laet terdapat aneka komoditas perkebunan. Paling mencolok adalah durian. Hanya untuk bisa menikmati raja buah ini, titik jemput lumayan jauh. Butuh waktu seharian perjalanan menyusuri hutan. Warga lokal biasa turun pagi, kemudian pulang pagi lagi. Mereka membuat pondok untuk menunggu durian jatuh ke tanah.
Berita Terkait
-
Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga
-
Petani Kalimantan Barat: Kami Lama Nggak Lihat Matahari, 3 Bulan Kabut Asap Tebal
-
Penyidikan Karhutla Mulai Mengerucut ke Korporasi, 92 Laporan Naik Sidik
-
Kabut Asap Masih Selimuti Langit Pontianak
-
Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih 4 Penghargaan, Perkuat Komitmen Dukung Digitalisasi dan UMKM
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian