Ilustrasi telur rebus [Envato Elements].
SuaraKalbar.id - Saat menyetir mobil tercium bau rebusan telur atau roti panggang? Belum tentu kendaraan sedang lewat kawasan penjual makanan atau ada yang menyimpan camilan di kabin. Justru sebaliknya, ini salah satu tanda ada komponen mengalami kerusakan.
Dikutip kanal otomotif Suara.com, jaringan SuaraKalbar.id, dari laman Deltalube, salah satu penyebab mobil berbau seperti ini adalah pedal kopling untuk membantu proses perpindahan gigi atau persneling mengalami selip.
Nah, berikut adalah deteksi kerusakan mobil berdasarkan bau yang tercium dari dalam kabin saat tengah mengemudi:
Bau terbakar atau sangit
- Pada saat melaju normal dan mencium bau mobil seperti terbakar, maka kemungkinan disebabkan adanya oli mesin yang masuk dan ikut terbakar di dalam ruang bakar.
- Penyebab lainnya bisa jadi dikarenakan lelehan oli mesin yang panas di area mesin sehingga menyebabkan bau sangit seperti terbakar. Untuk mengatasinya, sebaiknya segera bawa mobil ke bengkel untuk dilakukan pengecekan lebih detail.
- Masalah yang terjadi pada sambungan-sambungan selang bisa juga jadi penyebab. Bisa pula dikarenakan pemasangan fuel pump yang kurang benar dan menyebabkan kebocoran. Jika terdapat komponen yang rusak dan perlu diganti, maka ganti komponen itu dengan komponen baru yang sesuai standar.
Bau mirip karpet terbakar
- Jika mencium bau sangit seperti karpet terbakar, maka permasalahannya terdapat pada sistem rem atau fitur keselamatan lainnya. Untuk itu segera periksa komponen rem.
Bau seperti telur rebus atau telur busuk
- Apabila tercium bau sangit yang mirip seperti telur busuk, kemungkinan besar permasalahannya ada pada catalytic converter. Untuk itu perbaiki bagian catalytic converter segera, jika kerusakan cukup parah mungkin segera ganti dengan komponen yang baru.
- Penyebab lainnya yang mungkin bisa terjadi adalah korslet pada sistem kelistrikan. Biasanya bau yang muncul mirip seperti bau roti gosong. Perlu segera ditangani agar tidak merembet ke komponen lain. Korslet bisa memicu terjadinya kebakaran dan sangat membahayakan.
Berita Terkait
-
Panduan Lengkap Berapa Lama Merebus Telur: dari Lumer sampai Padat Sempurna
-
Viral Emak-emak Dihujat Gegara Ajari Anak Menyetir Mobil di Jalanan
-
Bau Badan Erina Gudono Jadi Omongan, Segarkan Kabin Mobil Pakai Trik Ini
-
Momen Lawas EL Rumi dan Marsha Aruan di Kabin Mobil Bikin Netizen Mewek: Sulit Dilupain!
-
Awas! Belajar Mengemudi Tak Disarankan Langsung ke Jalan Raya, Ini Alasannya
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Kebakaran di Nanga Pinoh di Momen Lebaran 2026, Sejumlah Bangunan Hangus Terbakar
-
Waspada! Potensi Hujan Sedang di Kalbar Hingga Akhir Maret 2026
-
Jangan Langsung Dicuci! Ini Cara Merawat Baju Olahraga Agar Tetap Awet dan Tidak Bau
-
5 Tanda Anak Kekurangan Protein yang Sering Tidak Disadari, Orang Tua Harus Tahu!
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?