SuaraKalbar.id - Cara membangun rumah si surga menurut Ustadz Hanan Attaki. Rumah si surga untuk tempat tinggal abadi setelah meninggal dunia. Sebab mempunyai hunian di surga adalah impian semua umat Islam.
Maka dari itu simak penjelasan tentang cara bangun rumah di surga versi Ustadz Hanan Attaki berikut ini.
Tidak seperti membangun rumah di dunia yang membutuhkan dana yang sangat besar, Ustadz Hanan Attaki menjelaskan bahwa modal untuk memiliki rumah di surga hanyalah keikutsertaan seorang hamba Allah SWT dalam menyumbang pembangunan masjid.
Ustadz Hanan Attaki mengatakan bahwa ada sabda Rasulullah SAW tentang rahasia seseorang bisa memiliki istana di surga milik Allah SWT, yaitu:
"Barang siapa yang membangun masjid, walaupun sekecil lubang untuk burung bertelur, maka Allah SWT akan membangunkan untuk dia sebuah istana di dalam surga" (Hadis Riwayat Ibnu Majah).
Selain itu, ada juga sabda Rasulullah SAW dalam riwayat lain yang masih serupa yaitu:
"Barang siapa yang membangun masjid karena Allah SWT, maka Allah akan membangunkan baginya satu bangunan yang istimewa di dalam surga" (HR Bukhari dan Muslim).
Lebih lanjut, Ustadz Hanan Attaki menjelaskan bahwa membangun masjid di sini bukan artinya membiayai penuh pembangunan masjid sampai dengan selesai. Namun, bisa dengan hanya menyumbangkan beberapa bagian.
Ibaratnya hanya membelikan satu keramik atau setengah keramik, itu saja Allah SWT sudah bangunkan aset properti di surga. “Allah Maha Pemurah”, ujar Ustadz Hanan Attaki, seperti dikutip dari kanal YouTube pribadinya.
Baca Juga: Cara Bangun Rumah di Surga Versi Ustadz Hanan Attaki
Menurut Ustadz Hanan Attaki, bersedekah tidak harus menunggu sampai keadaan kita kaya raya. Namun, sedekah bisa dilakukan dengan sisa uang saku yang dimiliki.
Jadi, mulai sekarang tidak ada lagi alasan kita tidak bersedekah karena belum punya banyak kekayaan. Sebaiknya tanamkan pada diri kita sendiri, bahwa tidak perlu berkecil hati jika hanya mampu bersedekah dalam jumlah yang sedikit.
(Rishna Maulina Pratama)
Berita Terkait
-
Ketika Demokrasi Dipimpin Satu Komando: Nasib Politik Islam Tahun 1959-1965
-
Film Sebagai Kritik Sosial: Membaca Patriarki di Perempuan Berkalung Sorban
-
Melihat Penyulaman Kiswah Kabah di Kota Makkah
-
Jangan Asal Beli! 6 Tips Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syariat
-
Merinding! Menapaki Masjid Al Ghamamah di Madinah, Saksi Bisu Salat Id Pertama Rasulullah
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati
-
Promo Long Weekend Mei 2026, Bebelac hingga MamyPoko di Indomaret Jadi Andalan Hemat Keluarga
-
Kalimat Terakhir SMAN 1 Pontianak usai Polemik LCC Viral Bikin Publik Tersentuh
-
Sudah Viral karena Protes Juri, SMAN 1 Pontianak Kini Justru Tolak Lomba Ulang LCC