Tasmalinda
Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:02 WIB
Akhir pekan di Singkawang akan menghasilkan festival dayak
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Singkawang menggelar Gawe Dayak Naik Dango XXVI di Rumah Adat Dayak pada 27-31 Mei 2026.
  • Acara budaya ini menghadirkan 80 stan UMKM, pertunjukan adat, serta hiburan rakyat untuk menarik kunjungan 20 ribu wisatawan.
  • Kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat identitas Singkawang sebagai destinasi wisata budaya dan toleran.

SuaraKalbar.id - Kota Singkawang dipastikan bakal semakin ramai saat libur panjang akhir Mei 2026. Perhelatan budaya tahunan Gawe Dayak Naik Dango XXVI akan digelar pada 27-31 Mei mendatang dengan menghadirkan 80 stan UMKM, pertunjukan budaya hingga kuliner khas Dayak yang diprediksi menyedot ribuan pengunjung.

Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Adat Dayak Singkawang itu tak hanya menjadi pesta budaya masyarakat Dayak, tetapi juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata daerah selama momentum long weekend dan libur sekolah.

Ketua Pelaksana Gawe Dayak Naik Dango XXVI, Andreas Aan, mengatakan puluhan stan UMKM disiapkan untuk membantu promosi produk lokal sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat selama acara berlangsung.

Panitia menargetkan sekitar 20 ribu pengunjung menghadiri Gawe Dayak Naik Dango tahun ini. Antusiasme masyarakat yang tinggi pada pelaksanaan sebelumnya membuat event budaya tersebut diprediksi kembali ramai dipadati wisatawan lokal maupun luar daerah.

Selain pertunjukan adat dan ritual budaya, pengunjung juga akan disuguhkan aneka produk UMKM, kerajinan khas Dayak, kuliner tradisional hingga hiburan rakyat.

Pemerintah Kota Singkawang bahkan menyebut event ini sebagai salah satu agenda penting untuk memperkuat identitas Singkawang sebagai kota wisata budaya dan kota toleran di Kalimantan Barat.

Wali Kota Tjhai Chui Mie mengatakan pelaksanaan Gawe Dayak Naik Dango tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan momentum libur panjang dan Hari Raya Idul Adha.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Singkawang.

“Untuk mewujudkan Singkawang sebagai kota pariwisata, wajib hukumnya kita melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik kunjungan wisatawan,” ujar Tjhai Chui Mie.

Baca Juga: Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati

Ia berharap meningkatnya kunjungan wisatawan nantinya ikut berdampak terhadap sektor hotel, transportasi, kuliner hingga pelaku UMKM lokal.

Dengan hadirnya 80 stan UMKM, pengunjung diperkirakan bakal banyak berburu makanan tradisional, kopi lokal, kerajinan tangan hingga produk budaya khas Dayak.

Momentum ini dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan penjualan selama ribuan wisatawan datang ke Singkawang.

Beberapa pelaku UMKM bahkan mulai mempersiapkan stok tambahan karena optimistis penjualan akan meningkat dibanding hari biasa.

Gawe Dayak Naik Dango sendiri merupakan tradisi adat masyarakat Dayak sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur.

Dalam beberapa tahun terakhir, event tersebut berkembang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kalimantan Barat dan rutin menarik perhatian wisatawan.

Load More