Ilustrasi tenaga kesehatan atau nakes. (Antara)
SuaraKalbar.id - Kepala Dinkes Kayong Utara, Bambang Suberkah, membenarkan bahwa tunjangan nakes di daerah terpencil sudah tidak ada lagi. Namun ia tidak merinci alasan tunjangan tersebut ditiadakan.
“Betul. Kalau ini lebih tepatnya yang menjawab orang BKD (Badan Keuangan Daerah) atau inspektorat,” ujar Bambang Sumberkah sebagaimana dilansir Insidepontianak.com, Minggu (26/9/2021).
Sebelumnya, salah satu nakes yang bertugas di daerah Kepulauan sempat mencurahkan kekecewaannya melalui laman facebook miliknya yang bernama Uneng Dadi.
Selain menulis kekecewaan melalui laman facebook, dirinya juga membagikan beberapa video terkait kegiatan para nakes di daerah kepulauan.
Berita Terkait
-
IDI Papua Siapkan Pendampingan Pemulihan Fisik dan Psikis untuk Nakes Korban Penyerangan
-
Tunjangan Turun Drastis dan Hadapi Terjangan Ombak, Nakes Pelapis Tetap Berikan Pelayanan
-
Penyerangan Nakes di Papua, Legislator: Pemerintah Harus Lebih Peduli
-
Miris! Masih Ada Nakes di RSUD Haulussy Ambon Digaji Rp1 Juta Per Bulan
-
Pasca Insiden Penyerangan di Papua, Nasib Nakes Gerald Sokoy Masih Misteri
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal
-
Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara