SuaraKalbar.id - Makna kalimat hompimpa alaium gambreng tak banyak yang tahu menyimpan makna mendalam. Permainan hompimpa alaium gambreng populer di era 90-an.
Dalam sebuah permainan anak, kalimat hompimpa alaium gambreng biasanya digunakan dalam permainan tradisional dengan jumlah pemain minimal tiga orang.
“Hompimpa alaium gambreng!” Kalimat ajaib ini menjadi tanda awal akan dimulainya sebuah permainan.
Penggunaan kalimat ajaib ini yaitu untuk menentukan siapa yang menjadi kawan dan siapa yang menjadi lawan. Contoh penggunaan hompimpa ini yaitu pada permainan kucing-kucingan, petak umpet, gobak sodor, dan lainnya.
Hompimpa dilakukan dengan mengayun-ayunkan tangan ke kanan dan ke kiri serta ke atas dan ke bawah sambil mengucapkan "Hompimpa alaium gambreng!" Secara bersama-sama.
Ketika sampai pada kalimat gambreng, maka semua orang akan menunjukkan salah satu bagian tangannya, baik itu telapak tangan atau punggung tangan untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Tapi, siapa sangka kalimat ajaib hompimpa alaium gambreng ternyata memiliki makna yang sakral. Kalimat hompimpa ini berasal dari bahasa Sansekerta. Hompimpa alaium memiliki arti 'dari Tuhan dan kembali ke Tuhan’. Sedangkan gambreng sendiri artinya ‘ayo bermain’ yang digunakan sebagai aba-aba.
Bukan hanya digunakan pada saat akan memulai sebuah permainan, ritual hompimpa juga memiliki sebuah ajaran yang dapat kita terapkan.
Kalimat hompimpa alaium gambreng ini mengajarkan kepada kita bahwa hidup yang sedang dijalani ini berasal dari Tuhan dan di masa yang tidak tahu kapan, kita akan kembali kepada Tuhan.
Baca Juga: 5 Inspirasi Permainan Dalam Rumah Agar Anak Tetap Aktif Bergerak
Saat kita menunjukkan telapak tangan atau punggung tangan, kita tidak tahu apakah kita akan menang ataupun kalah. Dari sanalah kita belajar untuk menerima dengan lapang dada hasil dari apa yang telah kita pilih.
Namun sayang, maraknya game online di kalangan anak-anak menjadikan ritual hompimpa ini mulai tersingkirkan.
Berita Terkait
-
Dimensi Mimpi: Bocah Bertopi Gendut yang Menganggapku Gila
-
5 Permainan Jadul Khas Sumatera Utara yang Bikin Nostalgia Anak 90-an
-
BI Kenalkan Uang Rupiah lewat Permainan Anak
-
Ulasan Film Petak Umpet, Kisah Legenda Horor Hantu Wewe Gombel
-
9 Film Indonesia Tayang di Netflix April 2025, Ada Genre Horor Hingga Drama
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Promo Indomaret Akhir Pekan, Harga Mulai Rp8 Ribuan untuk Kebutuhan Harian
-
Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill, Benarkah Masalah Sampah di Pontianak Sudah Selesai?
-
Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?
-
Rp170 Miliar Uang Negara Kasus Bauksit Diselamatkan, Tapi Kejati Kalbar Belum Tetapkan Tersangka
-
Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus