SuaraKalbar.id - Warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, digemparkan dengan temuan sejumlah grup Facebook yang secara terbuka mewadahi komunitas penyuka sesama jenis, khususnya gay.
Keberadaan grup ini menimbulkan keprihatinan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Pontianak yang menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas daring anak-anak dan remaja.
Berikut adalah 7 fakta penting terkait keberadaan grup Facebook gay di Pontianak yang tengah menjadi sorotan:
1. Dua Grup Utama Ditemukan Masih Aktif
Penelusuran di platform Facebook menemukan setidaknya dua grup besar yang aktif menggunakan nama wilayah Kalimantan Barat, yakni:
- “Gay PTK Kalbar” dengan lebih dari 4.795 anggota
- “Pencinta Lelaki Pontianak” yang memiliki sekitar 840 anggota
Kedua grup ini terakhir kali mencatat aktivitas unggahan pada Juni 2025.
2. Terbuka di Platform Publik
Grup-grup tersebut cukup mudah ditemukan melalui pencarian di Facebook. Meskipun bersifat tertutup, nama dan deskripsi grup bisa dibaca publik.
Ini memicu keprihatinan karena konten di dalamnya dinilai berpotensi mempengaruhi pengguna muda yang penasaran dan mudah tergiring.
3. Mendapat Respons Serius dari Wali Kota
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, merespons keberadaan grup-grup ini dengan tegas. Ia menyebut bahwa fenomena seperti ini perlu ditanggapi secara serius, terutama oleh orang tua dan keluarga.
“Kita tidak bisa 24 jam mengontrol semua hal, tapi peran lingkungan, terutama keluarga, sangat membantu,” ujarnya.
Baca Juga: Geger! Grup Facebook Wadahi Kaum Gay di Pontianak, Ini Respon Wali Kota
4. Pemerintah Kota Gandeng Aparat untuk Razia
Sebagai langkah preventif, Pemerintah Kota Pontianak melakukan koordinasi dengan Forkopimda, Polda Kalbar, dan Satpol PP untuk menggelar razia di lokasi-lokasi yang dianggap rawan penyimpangan sosial.
“Jika ada laporan dari masyarakat, kita tindak lanjuti dan lakukan pembinaan,” kata Edi.
5. Tidak Hanya Terjadi di Pontianak
Wali kota menekankan bahwa perilaku menyukai sesama jenis bukan hanya terjadi di Pontianak, tapi juga di berbagai kota di Indonesia maupun di dunia.
“Perilaku ini sebenarnya tidak lazim di negara kita. Di beberapa negara bahkan sudah vulgar, tapi semuanya kembali kepada peran lingkungan, terutama keluarga,” tambahnya.
Namun, ia menyebut bahwa perilaku ini tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di Indonesia.
6. Keterbatasan Pemkot dalam Mengontrol Media Sosial
Edi Kamtono mengakui keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam memblokir atau menutup grup-grup semacam itu di media sosial.
Ia mengatakan bahwa pengawasan dan penindakan di dunia digital sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum dan lembaga pusat.
“Kalau sudah masuk ranah media sosial dan internet, itu bukan kewenangan kita untuk memblokir,” tegasnya.
7. Imbauan Serius bagi Orang Tua dan Lingkungan
Edi mengajak seluruh masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada terhadap pergaulan anak dan penggunaan media sosial.
Ia menilai keterlibatan keluarga sangat krusial dalam mencegah perilaku menyimpang sejak dini.
“Ini jadi warning bukan hanya untuk pemerintah, tapi juga untuk keluarga agar lebih memperhatikan dengan siapa anak-anak mereka bergaul,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Geger! Grup Facebook Wadahi Kaum Gay di Pontianak, Ini Respon Wali Kota
-
Jangan Sampai Telat! Ini Cara Bayar Pajak Online Pontianak via BCA
-
Kualitas Udara Pontianak Memburuk, Wali Kota Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
-
Viral PKL Larang Warga Duduk di Waterfront Kapuas, Satpol PP Pontianak Langsung Lakukan Penertiban!
-
Bahasan Pastikan SPMB SD dan SMP di Pontianak Berjalan Sesuai Aturan: Tidak Boleh Ada Titipan!
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Segini Besaran Zakat Fitrah 2026 di Singkawang
-
Tips Menjaga Berat Badan Stabil Saat Ramadan dari Dokter Spesialis Olahraga
-
Operasi Pasar Murah di Melawi Kalbar: Paket Sembako Rp50 Ribu
-
Lonjakan Penumpang Bandara Singkawang Jelang Cap Go Meh 2026 Tembus Dua Kali Lipat
-
Polisi Tertibkan 33 Pengendara Knalpot Brong di Singkawang