SuaraKalbar.id - Meski ada santan instan, namun beberapa orang memilih untuk memarut kelapa sendiri untuk menjadikannya santan.
Namun, memarut kelapa untuk dijadikan santan bukanlah suatu hal yang mudah. Memarut kelapa butuh waktu cukup lama, tenaga lebih, serta harus ekstra hati-hati agar jari tak terluka.
Dengan permasalahan ini, seorang wanita rupanya menemukan solusinya. Hal itu dibagikan melalui akun TikTok @gktibyuni1997.
Dalam unggahan tersebut, ia bercerita setiap sang ibu memintanya memarut kelapa, ada hal praktis yang akan ia lakukan.
Dirinya hanya tinggal memotong-motong kelapa tersebut jadi ukuran kecil. Setelah itu, kelapa-kelapa tersebut akan dimasukkan ke dalam blender. Ya, ketimbang memarut kelapa satu per satu, ia lebih memilih menghaluskannya menggunakan blender.
Setelah diblender beberapa saat, kelapa akan jadi halus dan bertekstur seperti diparut. Kelapa yang sudah halus itu kemudian diperas untuk mengeluarkan santannya.
Waktu dan tenaga yang dibutuhkan jadi jauh lebih hemat. Selain itu, resiko tangan terluka saat membuat santan pun menjadi sangat minim. Menurutnya, itu adalah solusi tepat dalam menghadapi tantangan memarut kelapa.
Video ini rupanya menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan terkait.
"Asyik, ada cara baru. Mau praktekin nanti bulan puasa tahun depan. Semoga aja inget," komentar seorang warganet.
Baca Juga: Diminta Memarut Kelapa untuk Bikin Santan, Wanita Ini Pilih Cara Praktis dan Hemat Tenaga
Warganet lain ikut berkomentar. "Dari dulu paling males kalau udah disuruh marut kelapa. Senang banget lihat cara ini, bakal langsung dipraktekkan kalau disuruh emak," ujar warganet ini.
"Zaman sekarang itu nggak usah marut-marut atau ngulek-ngulek lagi. Hemat waktu dan tenaga biar lebih praktis," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, hingga Senin (11/10/2021), video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 600 ribu kali di TikTok.
Untuk menonton video selengkapnya, klik di sini!
(Hiromi Kyuna)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah