SuaraKalbar.id - Mengaku bingung, seorang pria melaporkan kehilangan motornya ke Polres Melawi, setelah ditelusuri, ternyata Ia hanya lupa dimana terakhir menyimpan kendaran tersebut.
Kapolres Melawi AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto, S.I.K. melalui Kasat Reskrim Polres Melawi AKP I Ketut Agus Pasek Sudina, menerangkan, kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu (16/1), bermula dari adanya seorang warga yang mendatangi Polsek Nanga Pinoh untuk mengadukan kejadian sepeda motor miliknya yang hilang saat diparkirkan di salah satu ruko di jalan markasan, Nanga Pinoh.
"Mendapati laporan tersebut, unit lidik dan piket fungsi reskrim kemudian langsung melakukan pengecekan ke TKP dan memeriksa CCTV yang ada di sekitar TKP karena awalnya kejadian ini diduga tindak pidana curanmor," terang Kasat Reskrim Polres Melawi, Selasa (18/1/2022).
Dari hasil pengecekan Tempat Kejadian Perkara ( TKP) dan CCTV tersebut, diketahui pemilik sepeda motor ternyata datang ke TKP tanpa mengendarai sepeda motornya.
"Jadi pemilik motor datang dengan berjalan kaki sambil menenteng helm miliknya. Lalu saat hendak pulang, beliau ini bingung motornya kok tidak ada di TKP karena memang merasa membawa motor ke TKP sehingga langsung mendatangi Polsek untuk membuat laporan tadi," jelasnya.
bersama dengan pemilik motor, anggota kepolisian kemudian melakukan pencarian terhadap sepeda motor dimaksud dan didapati sepeda motor tersebut masih berada di lokasi terakhir saat ditinggalkan pemilik motor, yaitu di depan salah satu ruko di jalan Juang yang berjarak kurang lebih 300 meter dari jalan Markasan.
“Saat ditemukan, si pemilik motor mengatakan dirinya sedang dalam keadaan bingung atau linglung karena istrinya sedang sakit sehingga sampai lupa dengan posisi motornya, termasuk pergi ke jalan Markasan tanpa membawa sepeda motor itu, ucap Kasat Reskrim.
“Jadi setelah ditemukan, anggota kami langsung menyerahkan motor itu kepada pemiliknya, mengingat kejadian ini murni dikarenakan si pemilik motor lupa dimana terakhir kali meninggalkan motornya,” terangnya.
Meski begitu, dirinya tetap mengimbau agar warga waspada terhadap curanmor.
“Selalu pastikan kunci sudah tercabut dari motor meskipun diparkir di dalam rumah dan stang motor dalam keadaan terkunci. Selain itu tambahkan kunci tambahan, bisa mengunakan gembok yang dipasang di velg atau cakram remmotor. Kalau ada biaya, bisa juga dengan memasang alarm atau GPS pada kendaraan. Intinya, waspadai curanmor ini mulai dari diri sendiri,” imbaunya.
Baca Juga: Catat Kenaikan 36,1 Persen, AHM Perkuat Kontribusi Ekspor Motor Indonesia
Berita Terkait
-
Catat Kenaikan 36,1 Persen, AHM Perkuat Kontribusi Ekspor Motor Indonesia
-
Kecewa Mau Dijemput Paksa Polisi, Haris Azhar: Karena Saya Belum Mandi
-
Daftar Harga Motor Kawasaki 2022, Peminat Ninja dan KLX Wajib Tahu
-
Hitungan Detik, Motor Pedagang Kaki Lima di Bontang Raib, Aksinya Dilakukan Dalam Hitungan Detik
-
Kalbar Peringkat 3 Provinsi dengan Persentase Pemuda Terbanyak Bekerja di Bidang Pertanian, Penghasilan Hingga 3 Juta
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
UMKM Ramadan Fest 2026 Dipusatkan di Taman Siring Laut
-
Kisah Inspiratif Perajin Sepatu Pontianak hingga Tembus Mancanegara
-
Berat Badan 60 Kg Ingin Turun ke 45 Kg? Ini Cara Aman Tanpa Diet Ekstrem
-
Pemkot Pontianak Izinkan Pesta Kembang Api Terpusat di Jalan Gajah Mada saat Imlek
-
Bandara Lombok Perketat Pengawasan Penumpang Antisipasi Virus Nipah