SuaraKalbar.id - Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah Kalimantan Barat (KPPAD Kalbar) mencatat, ada 164 anak di bawah umur terlibat prostitusi online sepanjang 2020 dan 2021. Mereka adalah anak-anak usia pelajar, baik Sekolah Menengah Pertama (SMP), ataupun Sekolah Menengah Atas (SMA).
Komisioner KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad mengatakan, dari 164 anak tersebut, tidak semuanya menjadi korban. Ada juga sebagai saksi dan pelaku.
Praktik prostitusi anak tersebut terbagi menjadi dua tipe atau golongan. Pertama, anak-anak dengan orientasi having fun atau suka-suka. Mereka biasanya berkelompok.
“Hasil atau fee digunakan untuk bersenang-senang,” katanya menyadur dari insidepontianak.com--Jaringan Suara.com, Sabtu (22/1/2022).
Tipe kedua, cari keuntungan atau bertujuan benar-benar mencari uang atau bisnis. Secara umum, ia menilai, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi anak berada dalam pusaran prostitusi.
Di antaranya, faktor pendidikan dan ekonomi. Termasuk faktor lingkungan atau pergaulan. Hal tersebutlah yang memaksa para anak melakukan hal tersebut.
“Ada beberapa dari mereka berasal dari pendidikan yang rendah. Keluarga yang broken home sehingga kurang perhatian,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Goreng Sempat Mahal, Wali Kota Pontianak Bingung Karena Kalbar Daerah Penghasil Sawit
-
Harga Minyak Goreng Rp 14 Ribu per Liter, di Pontianak Masih Mahal Diskumdag Ungkap Ini Penyebabnya
-
Buron 11 Tahun dan Kembalikan Uang Pengganti Rp 300 Juta Lebih, Koruptor di Kalbar Jalani Masa Tahanan Selama Setahun
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Belanja Gadget di Batas Negara: Cara Cek IMEI Agar Tidak Terblokir saat Pulang ke Pontianak
-
Rahasia Rambut Hitam Berkilau Wanita Dayak: Manfaat Akar Kayu yang Tidak Ada di Salon Jakarta
-
Road Trip Trans Kalimantan: 5 Barang Wajib agar Mobil Tak Tumbang di Tengah Hutan
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman