Bella
Kamis, 03 Maret 2022 | 12:23 WIB
Kabut asap yang menyelimuti area perairan Jungkat pagi tadi (03/03/2022). (Suara.com/Rabiansyah)

SuaraKalbar.id - Sejumlah nelayan di muara Jungkat, Desa Wajok, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) terpaksa menyandarkan kapal lantaran jarak pandang terkendala kabut asap, Kamis (3/3/2022) pagi.

Salah seorang Kapten Kapal, Jaiman mengaku, guna menghindari kecelakaan, dirinya memilih untuk tidak berlayar dan bersandar di pinggir Sungai Kapuas.

"Kami terpaksa menyandarkan kapal karna kabut asap menggangu pandangan kami, jadi daripada nanti tabrakan dengan kapal lain atau nelayan kecil jadi kami bersandar saja dulu," ungkapnya.

Menurut Jaiman, kabut asap mulai melanda sejak pukul 06.00 wib, kabut yang terjadi dalam seminggu terakhir, di sejumlah wilayah Kalimantan Barat terlihat menyelimuti ruas jalan negara akibatnya jarak pandang hanya berkisar 50 meter hingga 70 meter.

"Kabut asap tebal yang akan menghilang pada pukul 08.00 wib itu, sehingga sangat menganggu aktivitas pelayaran,di alur pelayaran Sungai Kapuas, dimana jarak pandang hanya mencapai 50 meter hingga 70 meter," tutur Jaiman

Jaiman pun berharap kabut asap segera berakhir, mengingat jika kabut asap terus berkepanjangan tentu menganggu aktivitasnya melaut.

Diketahui, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) telah terjadi di beberapa wilayah Kalbar, akibatnya jarak pandang mulai tergangu oleh kabut asap.

Beberapa aktifitas masyarakat juga mulai terkendala, lantaran jarak pandang yang terganggu.

Kontributor: Rabiansyah

Baca Juga: Kreatif Kebangetan, Pedagang Ini Ubah Topping Takoyaki Rp5.000 Jadi Lebih Melokal

Load More