Sementara ini Kabupaten Kubu Raya cukup tinggi untuk titik hotspot nya, sehingga pihak kepolisian sendiri masih terus melakukan upaya-upaya penyelidikan terhadap penyebab terjadinya Karhutla.
Apakah dibakar dengan sengaja atau faktor cuaca, dan jika terdapat masyarajat melakukan pembakaran lahan dengan sengaja, maka pihak kepolisian akan memberikan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
"Artinya apakah itu dibakar dengan sengaja, karena memang sebelum-sebelumnya pada saat api muncul, kita selalu mengimbau dalam kondisi seperti ini puntung rokok aja apabila dia tidak mematikan dan dia buang sembarangan itu bisa tersulup. Ataupun kebiasaan-kebiasaan warga, dengan melakukan membakar-bakar ranting itu bisa memicu, ini yang lagi kita dalami soalnya yang terjadi di sekitar sini tidak jauh dari sekitar pemukiman,"pungkasnya.
Kontributor: Rabiansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama