SuaraKalbar.id - Seorang driver ojek online mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Singkawang dengan membawa kipas angin dan takjil berupa es cincau yang diduga akan diberikan ke penghuni lapas.
Awalnya titipan es cincau tersebut seperti tidak ada yang aneh karena memang saat ini sedang bulan Ramadhan.
Namun berkat kecermatan para petugas yang menerima dan memeriksa titipan tersebut, upaya penyelundupan sebanyak 42 paket narkotika jenis sabu ke dalam lapas tersebut pada Minggu (17/4/2022) sore berhasil digagalkan.
“Saat petugas melakukan pemeriksaan titipan kipas angin dan takjil berupa es cincau yang di bawa oleh driver ojek online, petugas menemukan benda mencurigakan terbungkus plastik hitam,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Lapas Kelas II B Singkawang Laode Muhammad Masrul.
Petugas mulai curiga terhadap cincau tersebut lantaran tidak terdapat air dan adanya perbedaan warna di dalam kemasan cincau berupa plastik putih yang diduga berisikan barang terlarang.
“Petugas pun menyalin kemasan tersebut kedalam kantong plastik bening setelah melakukan penyalinan didapati kemasan plastik yang dibungkus dengan lakban hitam. Petugas P2U melaporkan penemuan ini kepada komandan jaga untuk ditindak lanjuti,” ungkap Masrul.
Selanjutnya, petugas pun membuka barang tersebut satu persatu, dan setelah petugas membukanya, terdapat 42 paket yang diduga narkotika jenis sabu-sabu.
Setelah memastikan isi di dalam cincau tersebut merupakan barang terlarang. Petugas langsung mengamankan driver ojol untuk dilakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan Polres Singkawang.
Kecermatan dan kesigapan para petugas ini pun mendapatkan pujian dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat Ika Yusanti.
Baca Juga: Viral Bocah Jualan Takjil di Pinggir Jalan Sampai Tertidur Tunggu Dagangan Laku
“Penggagalan ini tak lepas dari ketelitian dan kecermatan Petugas P2U, Petugas Lapas harus selalu waspada dan juga melakukan deteksi dini gangguan keamanan. Saya harap semua petugas senantiasa waspada, lakukan penggeledahan kepada semua orang dan barang yang akan masuk kedalam Lapas/Rutan dengan cermat dan teliti,” ungkapnya melansir suarakalbar.co.id-jaingan suara.com-.
Selain itu, Ika juga mengingatkan kepada seluruh petugas pemasyarakatan, jangan sampai ada yang terlibat terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di dalam Lapas, mengingat akan merugikan penghuni lapas dan sang kurir sendiri.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Bocah Jualan Takjil di Pinggir Jalan Sampai Tertidur Tunggu Dagangan Laku
-
Sopir Angkot Takut Keberadaan Trans Metro Pasundan Bikin Mereka Kehilangan Penumpang
-
Teganya! Orang Ini Jauh-jauh Bawa Bubur untuk Takjil Gratis, Ada yang Masukkan Sandal Butut
-
Kocak! Pemotor Panik Langsung Kabur Gegara Dikira Kena Razia Polisi, Eh Ternyata Lagi Bagi-bagi Takjil
-
Bagikan Takjil Gratis, Sekumpulan Remaja Malah Dikecam Dianggap Salah Tempat, Warganet: Niat Baik Etika Enggak Dipakai
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Urutan Skincare Malam Wardah Advance untuk Kencangkan Kulit Wanita Usia 50 Tahun
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
Agar Akses Berbagai Layanan di Koperasi Desa Makin Mudah, BRI Hadirkan BRILink Agen
-
Orang Utan pun Menyerah Hadapi Karhutla, Akankah Pemerintah Terus Menunggu Hujan?
-
Karhutla Kalbar Berulang, Komnas HAM Telusuri Tanggung Jawab Negara
-
BRI Raih 36 Penghargaan TBCCI 2026, Sabrina Jadi Andalan Layanan Digital
-
Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?