SuaraKalbar.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan di sejumlah pasar wilayah Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/5/2022).
Moment blusukan itu, kemudian diaunggah Presiden ke akun media sosial Instagram miliknya. Dalam unggahan foto, tampak beliau sedang menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada seorang pedagang.
Dalam keterangan fotonya, Presiden Jokowi lalu berpesan agar uang tersebut digunakan sebaik mungkin.
“Ini untuk tambahan modal usaha, jangan untuk beli HP ya” kata Jokowi, dikutip Kamis (19/5/2022).
Selain membagikan bantuan kepada para pedagang, kehadiran Presiden Jokowi kali itu juga untuk mengecek harga dan ketersediaan minyak goreng.
“Hari ini saya datang ke Pasar Cibinong dan Pasar Gunung Batu di Bogor, mengecek harga dan ketersediaan minyak goreng, seraya membagikan sejumlah bantuan sosial bagi masyarakat penerima manfaat dan pedagang,” paparnya.
Sontak, netizen baramai-ramai mengomentari postingan itu.
“Inget jangan dipake beli hape kata pakde!, tulis @lisamonicaaa
“Dikasi uang sama pak jokowi pasti nte bore up motor,” tulis @geoindry93
Baca Juga: Survei SMRC: 76,7 Persen Warga Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi, Terutama Penanganan COVID-19
“Modal kawin pak,” tulis @iambayutfn
Sebelumnya, diberitakan Antara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan di sejumlah pasar wilayah Bogor, Jawa Barat, Selasa, untuk mengecek harga minyak goreng curah yang masih dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter sambil membagikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga dan pedagang.
melalui kunjungan tersebut, Presiden juga menyerahkan bantuan dari Kemensos berupa Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) PKH, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng dan Bantuan Presiden yaitu Bantuan Modal Usaha yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Presiden Jokowi dalam blusukannya di Bogor, mulai siang hingga sore hari mengunjungi dua pasar tradisional yakni Pasar Cibinong di Kabupaten Bogor dan Pasar Gunung Batu di Kota Bogor. Dalam blusukan itu, Jokowi pun mendapati pengakuan para pedagang yang masih menjual minyak goreng curah di atas HET Rp14.000, yakni Rp14.500-18.000.
Beliau kemudian menyerahkan BLT minyak goreng Rp300.000 kepada 90 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total bantuan sebesar Rp27.000.000.
Selain itu, Presiden juga menyerahkan secara simbolis bantuan berupa satu motor roda tiga, bantuan kewirausahaan untuk tujuh orang penerima manfaat, santunan YAPI untuk tiga orang penerima manfaat, tongkat ketiak untuk tiga orang penerima manfaat dan tongkat kaki tiga untuk satu orang penerima manfaat di tenda yang sudah siapkan.
Berita Terkait
-
Kepercayaan Publik Anjlok, Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Menteri
-
Ade Yasin Kena OTT KPK, Presiden Jokowi Minta Iwan Setiawan Maksimalkan Pelayanan
-
Terpopuler: Alya dan Elin Pengamen Cantik Keluhkan Perekam Video Tanpa Izin, Sapi Jokowi Diduga Suspect PMK
-
Ahmad Sahroni Minta Aksi Demo 21 Mei Tidak Angkat Isu Pemakzulan Jokowi
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama