SuaraKalbar.id - Ormas Topi Bangsa menggelar unjuk rasa di Mapolres, Kantor Kejari, dan Gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis, untuk mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana COVID-19 senilai Rp107 miliar.
"Laporan hasil pemeriksaan BPK tercatat sebesar Rp107,097 miliar yang tidak berbentuk uang tunai dan/atau saldo simpanan di bank sesuai ketentuan di dalam Standar Akuntansi Pemerintahan dan berpotensi tidak dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Ketua Umum Ormas Topi Bangsa Baiquni Purnomo di Jember.
Pria yang akrab disapa Gus Baiqun itu mengungkapkan, BPK telah merekomendasikan kepada Bupati Jember Hendy Siswanto agar memerintahkan jajaran di bawahnya mempertanggungjawabkan dana sebesar Rp107 miliar sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Hingga kini (pengusutan) penyalahgunaan dana COVID-19 sebesar Rp107 miliar juga tidak jelas sehingga dengan aksi damai itu kami mendorong aparat penegak hukum menindaklanjuti karena uang tersebut milik rakyat," ucap Gus Baiqun.
Dirinya menilai Hendy sebagai Bupati yang menerima estafet pemerintahan dari bupati periode lalu belum menjalankan sepenuhnya rekomendasi BPK yang diterimanya sejak setahun lalu, bahkan BPK kemudian mengingatkan kembali melalui rekomendasi BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2021.
"Kami juga menyayangkan sikap DPRD Jember. Mereka sama saja, setali tiga uang dengan sikap Bupati Hendy Siswanto karena faktanya kasus Rp107 miliar dana COVID-19 masih saja menjadi misteri," ungkapnya.
Gus Baiqun mengungkapkan, tidak jelasnya penyelesaian kasus tersebut makin menimbulkan tanda tanya besar bagi sebagian masyarakat Jember, apalagi aparat penegak hukum yang ada di Jember belum menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan dugaan Rp107 miliar uang rakyat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh para pejabat era pemerintahan Bupati Faida itu.
Sementara Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika mengungkapkan pengusutan kasus dana COVID-19 berdasarkan temuan BPK tersebut harus melalui tahapan sesuai prosedur dan masih menunggu surat rekomendasi BPK.
"Untuk kasus dana COVID-19 Jember akan ditangani Polda Jawa Timur karena Polres Jember menangani kasus honor pemakaman korban COVID-19 saja," katanya.
Baca Juga: Geledah Dua Rumah, KPK Sita Dokumen Terkait Kasus Gratifikasi Pemkab Mamberamo Tengah Papua
Saat berunjuk rasa di DPRD Jember, perwakilan Ormas Topi Bangsa ditemui oleh Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni dan beberapa anggota dewan di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jember. Antara
Berita Terkait
-
Geledah Dua Rumah, KPK Sita Dokumen Terkait Kasus Gratifikasi Pemkab Mamberamo Tengah Papua
-
Staf Ahli Bupati Badruzzaman Saksi Kunci Aliran Suap Fee 4 Proyek Infrastuktur Muba Menjerat Dodi Reza Alex
-
Usut Korupsi Dana Bergulir Fiktif LPDB Jawa Barat, KPK Dalami Penerima UMKM
-
Bicara Komitmen Pemberantasan Korupsi, Ganjar Pranowo Justru Disentil Warganet Soal E-KTP
-
Pernah di BAP jadi Saksi, KPK Buka Peluang Bawa Andi Arief ke Sidang Kasus Bupati Abdul Gafur Mas'ud
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Catat Pertumbuhan 29,4%, Registrasi BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
-
11 Tahun Teras Kapal BRI, Hadirkan Layanan Perbankan Hingga Pulau Terluar
-
Dukung Program Tiga Juta Rumah, BRI Catat Penyaluran KPP Terbesar di Indonesia
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?