SuaraKalbar.id - Dua bocah tuai kecaman netizen usai video mereka lakukan pelecehan kepada perempuan pengendara motor viral di sosial media Twitter (9/6).
Melalui akun @ughawesome1 yang mengunggah video tersebut, terlihat bocah-bocah itu yang tampak usil dengan pengendara perempuan yang tengah berhenti menunggu lampu merah yang berlokasi di perempatan arah Sukajadi, Bandung.
Pengendara yang juga membonceng teman perempuannya tersebut tampak diganggu dengan dicolek-colek, disentuh beberapa bagian tubuhnya, bahkan seorang bocah lainnya tampak lancang mencium bokong perempuan yang dibonceng tersebut.
Dari belakang, sang perempuan yang dibonceng terlihat tak senang dan beberapa kali menegur para bocah itu.
Namun terlihat tak bersalah, kedua bocah tersebut tetap kegirangan mengisengi sang pengendara motor dan kemudian berlalu pergi.
"Hati hati buat cewe-cewe yang lewat di perempatan yang mau ke arah Sukajadi (Bandung), barusan depan mata gue dua cewe di gangguin anak kecil, di ciumin, di pegang sampe di toel-toel, sumpah ganggu banget, hati-hati guys," tulis @ughawesome1 dalam unggahannya.
Video tersebut lantas viral dan menarik perhatian publik, banyak netizen yang mengecam sikap tak terpuji yang dilakukan kedua bocah tersebut.
"Kalo gue diposisi itu, bocahnya begitu kelakuannya. Gue turun. Gue keplak pake helm bodo amat nangis. Nakal banget anjir ya Allah amit amit kesel," tulis netizen.
"Maaf, kalo gw yang digituin kalo gak tangan, ya paling kaki gw nendang. Mohon maaf aja yee, anak kecil kok kurang ajar!? Persetan dengan 'maklum namanya juga anak kecil'," kecam netizen.
Baca Juga: Wanita Ini Fotokopi Uang Rp10 Ribu, Hasilnya Bikin Heboh TikTok
Selain itu, ada pula netizen berpendapat bahwa hal tersebut merupakan sebuah modus karena ada orang dibalik para bocah itu yang menyuruh melakukan tindakan tersebut dengan sengaja.
"itu biasanya ada yang nyuruh, orangnya sembunyi. Nanti keluar kalo misal, sibocil dikaplok atau lu jewerin. nah endingnya lu dimintai duit, dulu pernah gini pas di Surabaya, tapi untung aja aku dibelain pengguna jalan lainnya," ujar netizen.
"... bener ka, aku juga kadang kalo lagi dijalan terus suka banyak bocil yg gangguin itu biasanya disuruh sama yg lebih tua sih, aku juga pernah mergokin orang dewasanya yang lagi nyuruh anak kecil buat gangguin orang lain, serem sih anj gak ada otak sialan," ketik netizen menanggapi komentar sebelumnya.
Kontibutor: Maria
Berita Terkait
-
Wanita Ini Fotokopi Uang Rp10 Ribu, Hasilnya Bikin Heboh TikTok
-
Ayah Diajak Foto Bareng di Hari Ulang Tahun Anak, Endingnya Malah Bikin Kesal
-
Ketum PSSI Dianggap Paling Berjasa, Warganet Bikin Formasi Timnas yang Diisi Iwan Bule dari Kiper hingga Striker
-
Bikin Ngeri! Dua Bocah Cium-cium Pemotor Perempuan di Tengah Jalan, Sampai Sentuh Bagian Sensitif
-
Terekam CCTV Emak-emak Maling Pakaian Sembunyikan Barang Curian ke Dasternya
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah