SuaraKalbar.id - Penyanyi melayu Iyeth Bustami akan kembali terjun ke dunia politik meski sudah pernah dua kali kalah dalam pemilihan umum (pemilu).
Pada Pemilu 2024, Iyeth Bustami rencananya akan maju sebagai calon anggota legislatif tingkat DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Siap maju pantang mundur, sudah dua kali kalah. Caleg dari Dapil Riau, PKB. Saya tidak ada kapok," kata Iyeth Bustami, Sabtu malam.
Sebelumnya, Pedangdut Iyeth Bustami sempat mengalami kekalahan saat terjun dalam Pilkada Bengkalis Tahun 2020 di mana dirinya berpasangan dengan Kaderismanto.
Iyeth menilai perkembangan politik saat ini dengan dulu atau saat dirinya berlaga di Pilkada Bengkalis 2022 hampir sama.
"Masyarakatnya juga masih sama, masyarakat sekarang enggak mau dibuat janji-janji. Kita janji-janji tahu-tahu tidak terpenuhi. Itu sudah berpuluh-puluh tahun terjadi seperti itu, dari dulu," kata dia.
Dia mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk berlaga di Pemilu Legislatif Tahun 2024.
Strategi tersebut, kata Iyeth, ialah dirinya tidak akan terlalu banyak mengumbar janji kepada konstituennya.
Bahkan, lanjut Iyeth, dirinya akan lebih banyak menghibur konstituennya dengan bakatnya sebagai penyanyi.
"Sesuai kapasitas saya sebagai seniman, saya akan lebih banyak nyanyi, karena yang sudah-sudah seperti itu, ketika saya datang ke sana, suruh nyanyi. Banyak ngomong suruh setop. Nyanyi saja Kak Iyeth," kata dia.
Dirinya juga akan bersikap lebih legowo dengan hasil pada Pemilu Legislatif 2024.
"Kalau mereka mau pilih saya, itu alhamdulillah, kalau enggak mau, itu berarti bukan rezeki saya. Karena kadang-kadang saya sudah siapkan konsep begini, begitu. Tahu-tahu masyarakatnya minta Kak Iyeth nyanyi saja," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
-
Kalah di Pilkada Bengkalis, Iyeth Bustami Bakal Maju Calonkan DPR RI: Saya Tidak Kapok
-
Pengamat Politik: Elektabilitas Prabowo, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Bersaing Ketat
-
Teratas di Survei Pilpres 2024, Ganjar: Aku Tak Ngurusi Brambang Karo Lombok Wae
-
Puan dan AHY Dianggap Bisa Jadi Agen Perubahan Sudahi Dendam Politik PDIP dan Demokrat
-
Moeldoko Bantah Instruksi Jokowi Batalkan Pencabutan Izin Ponpes Shiddiqiyyah Sarat Kepentingan Politik
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Studi: Ikatan Sosial Redam Konflik Perusahaan Sawit dan Masyarakat di Sambas
-
Putus Cinta Berujung Tragis, Kakak Beradik di Pontianak Aniaya Mantan Pacar
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat