SuaraKalbar.id - Sebuah video yang memperlihatkan Kamaruddin Simanjuntak tengah mengungkapkan kekecewaan karena tak boleh mengikuti rekontruksi pembunuhan Brigadir J beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, Kamaruddin Simanjuntak selaku pengacara Brigadir J mengaku sempat diusir ketika hendak mengikuti rekontruksi.
Padahal menurutnya, sebagai pengacara korban, Kamaruddin mestinya memiliki hak untuk melihat jalannya rekontruksi pembunuhan tersebut.
"Ada yang janggall (lagi). Pengacara Alm. Brigadir J membeberkan kepada Wartawan bahwa Pihaknya tak diijinkan masuk dan melihat langsung rekontruksi ulang kasus pembunuhan berencana brigadir J. Saat ditanya alasannya kenapa, pihak kepolisian mengatakan 'pokoknya tak boleh masuk'." ungkap akun instagram @tante.rempong.official yang membagikan ulang video tersebut.
Unggahan video itu pun mendapatkan berbagai respon dari netizen.
"Gimana pihak korban bisa tahu hasilnya klo gak ada transparansi, gile aja nih kasus lama2 kebanyakan yg ditutupin" ungkap mel ***
"Mau bikin karangan bebas lagi" kata _uc***
Sebagaimana diketahui, Penyidik Bareskrim Polri melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di dua lokasi tempat kejadian perkara (TKP).
"Informasi terakhir dari penyidik, rekonstruksi di dua tempat, Duren Tiga dan Saguling," ujar Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, Senin (29/8/2022).
Seperti diketahui TKP Saguling III merupakan kediaman pribadi tersangka Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Berdasarkan hasil penyidikan, penembakan terhadap Brigadir J direncanakan di rumah tersebut.
Kemudian lokasi kedua merupakan rumah dinas yang ditempati oleh Ferdy Sambo saat menjabat sebagai Kepala Divisi Propam Polri yang menjadi tempat penembakan terhadap Brigadir J.
Proses rekonstruksi pembunuhan Bigadir J diupayakan selesai dalam satu hari, dilaksanakan secara berurutan mulai dari lokasi perencanaan di Sanguling, kemudian di TKP penembakan di Duren Tiga.
"Ya dari Saguling ke TKP penembakan," kata Dedi sebagaimana dilansir Antara.
Dedi mengatakann, pihak-pihak yang akan hadir dalam rekonstruksi adalah penyidik Polri, kelima tersangka didampingi pengacaranya, jaksa penuntut umum (JPU) kemudian pihak dari eksternal Polri, yakni Kompolnas dan Komnas HAM.
Kelima tersangka tersebut, yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi.
Berita Terkait
-
Kamaruddin Simanjuntak Marah Besar Dilarang Ikut Rekontruksi Ferdy Sambo Cs: Ini Pelanggaran Hukum Berat
-
Tampang Ferdy Sambo Pakai Baju Tahanan dan Tangan Diborgol Jalani Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J
-
Kamaruddin Simanjuntak Ngaku Pernah Disembah SBY, Politisi Demokrat: Omongnya Kayak Orang Kesurupan, Tak Masuk Akal!
-
Sedang Berlangsung, Link Live Streaming Rekonstruksi 78 Adegan Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Pakai Baju Tahanan, Ferdy Sambo Berbincang dengan Istrinya Putri di Sofa, Kemudian Panggil Tersangka Ricky Pakai HT
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
77 Titik Layanan Penukaran Uang di Kalimantan Barat Selama Ramadan 2026
-
Tips Menjaga Kebugaran Saat Puasa di Usia 30-an, Tetap Bugar dan Produktif
-
Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Saat Puasa Ramadan 2026
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 di Pontianak, Lengkap 30 Hari
-
Panduan Lengkap Utang Puasa Ramadan dan Fidyah: Kapan Wajib Qadha, Kapan Harus Bayar?