- Mantan Ketua PSHT Cabang Pontianak berinisial W diduga melakukan pelecehan seksual terhadap dua remaja perempuan berinisial AN dan SH.
- Polda Kalimantan Barat sedang melakukan penyelidikan serius atas kasus yang mengakibatkan gangguan psikologis bagi para korban tersebut.
- Pihak PSHT menegaskan bahwa perbuatan itu merupakan tindakan individu dan telah menonaktifkan oknum tersebut dari jabatannya saat ini.
SuaraKalbar.id - Nama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul laporan dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang mantan petinggi organisasi pencak silat tersebut.
Kasus ini mencuat setelah dua remaja perempuan berinisial AN (16) dan SH (15) disebut menjadi korban dugaan tindakan asusila yang dilakukan oknum mantan Ketua PSHT Pusat Madiun Cabang Pontianak berinisial W.
Perkara itu kini tengah ditangani aparat kepolisian dan disebut sudah masuk tahap penyelidikan di Polda Kalimantan Barat.
Kuasa hukum korban, Supriadi, mengatakan pihak keluarga meminta agar kasus tersebut ditangani secara maksimal dan serius oleh Polda Kalbar.
Menurut dia, kondisi psikologis korban saat ini disebut mengalami tekanan akibat dugaan peristiwa yang dialami.
“Mental dan moral anak ini sudah terganggu. Karena itu kami meminta penanganan kasus ini dilakukan secara serius,” kata Supriadi, Selasa (19/5/2026).
Kasus tersebut langsung menyita perhatian publik karena melibatkan organisasi pencak silat besar dengan jaringan anggota luas di Indonesia.
Di tengah ramainya perhatian masyarakat, pihak PSHT Kalimantan Barat akhirnya buka suara. Organisasi menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan tindakan individu dan tidak mewakili lembaga secara keseluruhan.
Pihak organisasi juga menyatakan oknum yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari jabatannya sambil menunggu proses hukum berjalan.
Baca Juga: Kalimat Terakhir SMAN 1 Pontianak usai Polemik LCC Viral Bikin Publik Tersentuh
Kasus ini kembali memunculkan perbincangan tentang pentingnya pengawasan terhadap ruang-ruang pembinaan remaja, termasuk di lingkungan organisasi dan komunitas.
Tak sedikit masyarakat yang mengaku terkejut karena selama ini PSHT dikenal sebagai salah satu perguruan pencak silat terbesar di Indonesia dengan basis anggota yang sangat luas.
Di media sosial, nama PSHT bahkan sempat menjadi bahan diskusi publik setelah kasus tersebut ramai diberitakan sejumlah media lokal.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait laporan yang disampaikan korban dan pihak keluarga.
Karena melibatkan anak di bawah umur, identitas lengkap korban tidak dipublikasikan demi perlindungan hukum dan psikologis mereka.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa lingkungan organisasi, komunitas, maupun pendidikan tetap membutuhkan pengawasan dan perlindungan terhadap anak serta remaja.
Tag
Berita Terkait
-
Kalimat Terakhir SMAN 1 Pontianak usai Polemik LCC Viral Bikin Publik Tersentuh
-
Sudah Viral karena Protes Juri, SMAN 1 Pontianak Kini Justru Tolak Lomba Ulang LCC
-
Warga Kalbar Diminta Siaga, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Masih Bisa Terjadi hingga Akhir Pekan
-
Viral Bus Pontianak-Kuching 2026, Interiornya Disebut Mirip Pesawat dan Tiketnya Bikin Kaget
-
5 Fakta Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Protes Juri LCC lalu Diundang Gibran
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kelangkaan Solar Disebut Mulai Lumpuhkan Transportasi Air di Pesisir Kalbar
-
7 Sepatu Lari yang Cocok untuk Cuaca Lembap dan Panas di Kalimantan Barat
-
Banjir Rendam Permukiman di Mandor Landak, 60 Rumah Warga Terdampak
-
2.253 Telur Penyu Gagal Diselundupkan ke Malaysia, Modus Pelaku Akhirnya Terbongkar
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM