Tasmalinda
Selasa, 19 Mei 2026 | 21:05 WIB
Kasus dugaan asusila guncang PSHT Pontianak, dua remaja disebut jadi korban
Baca 10 detik
  • Mantan Ketua PSHT Cabang Pontianak berinisial W diduga melakukan pelecehan seksual terhadap dua remaja perempuan berinisial AN dan SH.
  • Polda Kalimantan Barat sedang melakukan penyelidikan serius atas kasus yang mengakibatkan gangguan psikologis bagi para korban tersebut.
  • Pihak PSHT menegaskan bahwa perbuatan itu merupakan tindakan individu dan telah menonaktifkan oknum tersebut dari jabatannya saat ini.

SuaraKalbar.id - Nama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul laporan dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang mantan petinggi organisasi pencak silat tersebut.

Kasus ini mencuat setelah dua remaja perempuan berinisial AN (16) dan SH (15) disebut menjadi korban dugaan tindakan asusila yang dilakukan oknum mantan Ketua PSHT Pusat Madiun Cabang Pontianak berinisial W.

Perkara itu kini tengah ditangani aparat kepolisian dan disebut sudah masuk tahap penyelidikan di Polda Kalimantan Barat.

Kuasa hukum korban, Supriadi, mengatakan pihak keluarga meminta agar kasus tersebut ditangani secara maksimal dan serius oleh Polda Kalbar.

Menurut dia, kondisi psikologis korban saat ini disebut mengalami tekanan akibat dugaan peristiwa yang dialami.

“Mental dan moral anak ini sudah terganggu. Karena itu kami meminta penanganan kasus ini dilakukan secara serius,” kata Supriadi, Selasa (19/5/2026).

Kasus tersebut langsung menyita perhatian publik karena melibatkan organisasi pencak silat besar dengan jaringan anggota luas di Indonesia.

Di tengah ramainya perhatian masyarakat, pihak PSHT Kalimantan Barat akhirnya buka suara. Organisasi menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan tindakan individu dan tidak mewakili lembaga secara keseluruhan.

Pihak organisasi juga menyatakan oknum yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari jabatannya sambil menunggu proses hukum berjalan.

Baca Juga: Kalimat Terakhir SMAN 1 Pontianak usai Polemik LCC Viral Bikin Publik Tersentuh

Kasus ini kembali memunculkan perbincangan tentang pentingnya pengawasan terhadap ruang-ruang pembinaan remaja, termasuk di lingkungan organisasi dan komunitas.

Tak sedikit masyarakat yang mengaku terkejut karena selama ini PSHT dikenal sebagai salah satu perguruan pencak silat terbesar di Indonesia dengan basis anggota yang sangat luas.

Di media sosial, nama PSHT bahkan sempat menjadi bahan diskusi publik setelah kasus tersebut ramai diberitakan sejumlah media lokal.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait laporan yang disampaikan korban dan pihak keluarga.

Karena melibatkan anak di bawah umur, identitas lengkap korban tidak dipublikasikan demi perlindungan hukum dan psikologis mereka.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa lingkungan organisasi, komunitas, maupun pendidikan tetap membutuhkan pengawasan dan perlindungan terhadap anak serta remaja.

Load More