SuaraKalbar.id - Tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan anak buah kapal (ABK) pengangkut minyak hanyut di perairan Malaysia selama dua hari.
Beruntung, ketujuh ABK tersebut dapat diselamatkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru.
Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya KJRI Johor Bahru Mohamad Rizali Noor, dalam keterangan yang diterima di Kuala Lumpur, Selasa, mengatakan ketujuh ABK tersebut merupakan kru dari kapal pengangkut minyak bernama MT Voras.
Kapal tersebut sempat hanyut selama dua hari di perairan Malaysia saat melakukan pergantian ABK di wilayah Outer Port Limit (OPL).
Menurut Rizali, informasi tersebut diperoleh KJRI Johor Bahru pada 26 Agustus 2022 dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), yang menyampaikan keberadaan kapal taksi air SB Wiratama asal Batam yang ditemukan hanyut di perairan Malaysia.
Patroli Air Malaysia yang menemukan keberadaan kapal SB Wiratama itu kemudian melakukan penyelamatan ABK dengan menarik kapal tersebut ke pelabuhan di wilayah Mersing, Johor.
Dirinya mengungkapkan, berdasarkan verifikasi yang dilakukan Satgas Pelindungan WNI KJRI Johor Bahru, diketahui bahwa kapal yang membawa tujuh WNI tersebut kehabisan bahan bakar sehingga terapung-apung selama dua hari di perairan Laut China Selatan.
Selanjutnya satgas dari KJRI melakukan verifikasi, pendataan kekonsuleran dan negosiasi dengan APMM agar kapal SB Wiratama beserta ketujuh WNI dapat dipulangkan. Dan akhirnya pada 28 Agustus 2022, mereka dapat berlayar kembali ke perairan terluar Malaysia.
Seluruh WNI telah tiba dengan selamat di Pelabuhan Batu Ampar, Indonesia, pada 28 Agustus 2022, sekitar pukul 11.30 WIB.
Baca Juga: Hambat Impor Kapal, Kemendag Diminta Revisi Permendag 25/2022
Menurut Rizali, keberhasilan pemulangan WNI terlantar di perairan Malaysia oleh KJRI Johor Bahru ke Batam, merupakan hasil dari komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin baik selama ini antara KJRI dan APMM.
Berita Terkait
-
Hambat Impor Kapal, Kemendag Diminta Revisi Permendag 25/2022
-
6 Anggota TNI Terlibat Kasus Mutilasi Warga di Mimika Papua, Motifnya Ekonomi
-
Catat, Ini Jadwal Rute Bontang ke Pare-pare September 2022 untuk KM Egon
-
Hari Keempat Pencarian 8 ABK KM Sida Rahayu di Perairan Karawang Nihil, SAR Bandung Bilang Begini
-
Klaim Sudah Kantongi Izin, Tumpukan Besi Tua di Tanjung Laut Indah Ternyata Milik PT BBJ
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah