- Harga cabai rawit di Pasar Flamboyan Pontianak melonjak signifikan mencapai Rp75.000 per kilogram sejak tiga hari terakhir.
- Lonjakan harga ini disebabkan minimnya pasokan cabai rawit dari Pulau Jawa menuju Kalimantan Barat saat ini.
- Pasokan lokal dari Sanggau, Rasau Jaya, dan Kakap mendominasi pasar meskipun kebutuhan masyarakat masih tinggi.
SuaraKalbar.id - Harga cabai rawit di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan publik setelah ‘ugal-ugalan’ dalam beberapa hari terakhir.
Di Pasar Flamboyan, harga cabai rawit menembus angka Rp75.000 per kilogram. Lonjakan harga ini dipicu oleh minimnya pasokan cabai rawit dari Pulau Jawa.
Salah seorang pedagang di Pasar Flamboyan, Manto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai rawit mulai terjadi sejak tiga hari terakhir. Menurutnya, tidak masuknya pasokan dari luar daerah membuat ketersediaan cabai rawit di pasaran menurun drastis.
“Sudah tiga hari ini harga mulai naik karena cabai dari luar tidak masuk ke Kalimantan Barat,” katanya, melansir Suarakalbar, Rabu, 4 Februari 2026.
Sebelumnya, harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Namun, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan mendorong harga melonjak hingga Rp75.000 per kilogram.
Saat ini, cabai rawit yang dijual pedagang didominasi hasil produksi lokal. Menurut Manto, pasokan cabai berasal dari beberapa daerah di Kalimantan Barat, seperti Sanggau, Rasau Jaya, dan Kakap.
“Sekarang cabainya lokal semua. Biasanya dari Sanggau, Rasau Jaya, dan Kakap,” katanya.
Tingginya kebutuhan masyarakat tidak sebanding dengan jumlah cabai yang tersedia di pasaran. Kondisi tersebut membuat harga sulit dikendalikan.
“Kebutuhan banyak, tapi cabainya kurang. Kami pedagang hanya mengikuti harga pasar,” ujarnya.
Menjelang bulan Ramadan, Manto memperkirakan harga cabai rawit masih berpotensi bertahan tinggi karena pasokan belum kembali normal. Ia juga mengaku belum dapat memastikan kapan harga akan kembali stabil.
Sementara itu, sejumlah komoditas lain terpantau relatif stabil, bahkan ada yang mengalami penurunan. Harga bawang merah saat ini berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp36.000 per kilogram, sedangkan bawang putih dijual seharga Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
“Bawang merah turun karena pasokan dari luar ada,” jelasnya.
Adapun harga cabai besar masih bertahan di kisaran Rp65.000 per kilogram. Untuk komoditas sayur-mayur, Manto memastikan harga masih stabil.
“Sayur-sayuran stabil, sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000. Bayam, kangkung, sayur keriting, semua di kisaran itu,” tukasnya.
Berita Terkait
-
Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen
-
Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap
-
Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu
-
Harga Cabai Makin Mahal, Pemerintah Salahkan Cuaca
-
DPR Sahkan 15 UU Kabupaten/Kota di Kalimantan, Pontianak hingga Ketapang Masuk Daftar
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut