SuaraKalbar.id - Hasil Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia pertama di Kota Bandung, yang dibidani oleh para pendiri Projo (Pro Jokowi) menunjukkan bahwa Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mendapatkan dukungan paling banyak di urutan pertama sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024.
"Basis dukungan untuk Ridwan Kamil sangat kuat di Jabar," kata Ketua Dewan Pengarah Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia Andi Gani Nena Wea dalam keterangan tertulisnya di Bandung, Rabu.
Dirinya mengungkapkan, hasil tersebut langsung disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan Panitia Musra Indonesia telah mendapatkan izin untuk mengumumkan hasil musyawarah ke publik.
Menurutnya, Musra pertama yang digelar di Gor Arcamanik Kota Bandung, Jabar, pada Minggu (28/8) tersebut melibatkan akademisi, tokoh petani, nelayan dan lainnya.
"Desember di Solo, kemudian sampai Papua. Nanti, akan muncul satu nama capres dan cawapres dan disampaikan ke Pak Jokowi Maret 2023," kata Andi Gani.
Hasil Musra Indonesia pertama menghasilkan sejumlah nama yang berpotensi untuk diusung di Pilpres 2024.
Sebanyak 5.721 peserta Musra Indonesia yang dilibatkan untuk memilih capres dan cawapres.
Hasilnya, untuk calon presiden (capres) di urutan pertama ada Jokowi Widodo (Jokowi) yang mendapatkan suara 1.704 atau 29,79 persen.
Kemudian, disusul Sandiaga Uno sebanyak 968 pemilih atau 16,92 persen.
Ketiga ada Ganjar Pranowo yang mendapatkan suara 921 atau 16,10 persen. Disusul Prabowo Subianto dengan suara 635 atau 11,10 persen.
Di urutan kelima ada Anies Baswedan dengan raihan suara 516 atau 9,02 persen. Sementara itu, Ridwan Kamil berada di urutan keenam dengan suara 296 atau 5,17 persen.
Sedangkan, untuk cawapres hasil Musra Indonesia pertama yang berada di urutan pertama adalah Ridwan Kamil, yakni mendapatkan 2.225 suara atau 38,89 persen.
Kemudian disusul Airlangga Hartarto dengan raihan suara 758 atau 13,25 persen. Ketiga ada Erick Thohir dengan raihan suara 733 atau 12,81 persen.
Nama lainnya adalah Arsjad Rasjid, Puan Maharani, Anies Baswedan hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Saat acara musra pertama itu, Jokowi meminta nama-nama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) hasil Musyawarah Rakyat (Musra) dilaporkan kepadanya.
Karena ia ingin mendengarkan suara rakyat terkait pemimpin keinginan rakyat.
“Nanti kalau dalam musra ini sudah ketemu siapa, tolong saya dibisiki,” kata Jokowi dalam Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia I di SOR Arcamanik, Kota Bandung. (Antara)
Berita Terkait
-
Heboh Pernyataan Poligami Bisa Jadi Solusi HIV/AIDS, Wagub Jabar: Saya Mohon Maaf
-
Tanggapi Pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat Soal Usulan Poligami, Quraish Shihab: Itu Salah, Tidak Mengerti Agama
-
Kecelakaan Maut di Bekasi Sebabkan 10 Orang Meninggal Dunia, Ridwan Kamil Desak Polisi Usut Tuntas
-
Gubernur Jawa Barat Soroti Kecelakaan Maut di Bekasi
-
Musyawarah Rakyat Indonesia Pilih Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno Gantikan Jokowi
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Dinkes Kalbar Tingkatkan Kewaspadaan Superflu, Masyarakat Diminta Tetap Waspada Tanpa Panik
-
6 Imigran Gelap Asal Afghanistan dan Afrika Diamankan di Lombok, Ini Perkaranya
-
Kolaborasi PUBG Mobile dan Peaky Blinders Hadirkan Thomas Shelby
-
Gotong Royong Petugas Gabungan Bersihkan Rumah Warga dan Gereja Pascabanjir Sekadau Hulu
-
OJK Hentikan 2.263 Entitas Pinjaman Online Ilegal