SuaraKalbar.id - Sebuah konten menyerupai artikel yang mencatut nama Presiden Joko Widodo beredar di Facebook pada 7 September 2022.
Sebauh logo media nasional tercantum dalam konten yang menyebutkan Kepala Negara akan memberlakukan hukuman mati bagi koruptor dengan persetujuan masyarakat China tersebut.
Begini narasi judul berita yang beredar di facebook itu:
"Jokowi: Koruptor Dihukum Mati Kalau Masyarakat Tiongkok Berkehendak,"
Dalam konten tersebut juga terdapat foto Presiden Jokowi yang tengah didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
Akan tetapi, apaka benar Presiden Jokowi nyatakan koruptor dihukum mati kalau masyarakat Tiongkok berkehendak?
Penjelasan:
Berdasarkan pencocokan foto, tanggal, serta waktu perilisan artikel, didapatkan fakta bahwa unggahan di Facebook soal pernyataan Presiden Jokowi itu merupakan hoaks.
Judul pada konten tersebut telah diubah sehingga mengalami perubahan makna.
Laporan sebenarnya berjudul "Jokowi: Koruptor Dihukum Mati Kalau Masyarakat Berkehendak".
Klaim: Jokowi nyatakan koruptor dihukum mati kalau masyarakat Tiongkok berkehendak
Rating: Disinformasi
(Antara)
Berita Terkait
-
Kenang Bekas Mobil Pribadi Presiden Jokowi yang Akan Dilelang, Gibran: Bersejarah dan Wes Kapok Nganggo
-
Raih Global Citizen Awards, Jokowi Mendunia Trending Topic di Twitter, Publik: Membawa Misi Perdamaian
-
Presiden Jokowi Akan Berikan BLT Bahan Bakar Minyak di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara
-
Prabowo Bicara Peluang Menggaet Jokowi Sebagai Cawapres 2024
-
Bahas Peluang Jokowi Jadi Wapres 2024, Prabowo Subianto Tertawa: Sebuah Kemungkinan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal