SuaraKalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kubu Raya terus berlanjut memasuki minggu kedua. Petugas gabungan terus berupaya memadamkan api meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Herry Purwoko, mengumumkan bahwa status wilayah Kubu Raya telah dinaikkan menjadi Tanggap Darurat.
"Hal ini merujuk pada menurunnya curah hujan berdasarkan pantauan BMKG yang diperkirakan akan berlangsung hingga 28 Juli mendatang, serta melihat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir," jelas Herry pada Jumat siang.
Menurut Herry, perubahan status ini diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk kabut asap yang ditimbulkan oleh karhutla terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Status tanggap darurat mulai diberlakukan pada 25 Juli dan akan berakhir pada 7 Agustus.
Herry juga mengimbau masyarakat untuk tidak sengaja membakar lahan, mengingat dampak yang sangat merugikan. Hingga kini, proses pemadaman di sejumlah titik masih terus berlanjut, terutama dengan curah hujan yang terus menurun di Kalimantan Barat.
Data BPBD Kubu Raya menunjukkan bahwa hingga akhir Juli, kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di tiga kecamatan, yaitu Sungai Raya, Sungai Kakap, dan Rasau Jaya.
"Kami menemukan ada dua titik api di masing-masing kecamatan, dan angin kencang menyebabkan kebakaran terus meluas," ungkap Herry. Luas lahan yang terbakar di tiga kecamatan tersebut mencapai total 65 hektar.
Kendala di Lapangan: Sulitnya Akses Air dan Lahan Gambut
Herry mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi petugas dalam memadamkan kebakaran.
"Selain sulitnya mendapatkan akses air, lahan yang terbakar adalah areal gambut," ujarnya di Sungai Raya.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Gambut di Kubu Raya: Sulitnya Akses Air Hambat Pemadaman
Sejak 19 Juli hingga 23 Juli, BPBD mencatat bahwa luas hutan dan lahan yang terbakar hampir mencapai 50 hektar, dengan sekitar 30 hektar di antaranya merupakan lahan gambut dan mineral. Kebakaran ini bahkan sudah mendekati permukiman warga.
Lahan gambut dan mineral di Kubu Raya dalam keadaan sangat kering akibat tidak adanya hujan selama 15 hari terakhir. Tinggi muka air tanah diperkirakan berada pada posisi 30-39 sentimeter di bawah permukaan gambut, yang semakin memperburuk kondisi.
"Terpaan angin kencang turut mengakibatkan kebakaran lahan tidak terhindarkan dan cenderung meluas," tambah Herry.
Petugas terus berjuang di lapangan untuk melokalisir api agar tidak semakin mendekati permukiman warga. BPBD Kubu Raya terus berupaya mengendalikan situasi meskipun menghadapi berbagai kendala, terutama sulitnya mendapatkan akses air untuk pemadaman.
Herry berharap upaya maksimal yang dilakukan petugas gabungan dapat mengurangi dampak kebakaran dan mencegah perluasan area yang terbakar.
Dengan status tanggap darurat yang telah diberlakukan, diharapkan masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan. Segenap elemen masyarakat dan petugas diharapkan dapat bekerja sama untuk mengatasi bencana ini dan melindungi lingkungan serta kesehatan warga Kubu Raya.
Berita Terkait
-
Kebakaran Lahan Gambut di Kubu Raya: Sulitnya Akses Air Hambat Pemadaman
-
Truk Tangki Terguling di Kubu Raya, Kerugian Mencapai Rp 30 Juta
-
Kalbar Dilanda Kabut Asap Karhutla, Dinas Kesehatan Siapkan Rumah Oksigen untuk Warga
-
6 Karyawan PT. SJP Ditangkap Polisi Akibat Penggelapan 25 Karung Pupuk NPK Blue
-
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kubu Raya: Warga Mengungsi Akibat Asap Pekat
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Sambas: Dua Pengendara Motor Tewas dalam Tabrakan dengan Mobil Box
-
Stok BBM di Papua Selama Ramadan 2026 Dipastikan Aman
-
Jadwal Buka Puasa Kalimantan Barat 20 Februari 2026
-
77 Titik Layanan Penukaran Uang di Kalimantan Barat Selama Ramadan 2026
-
Tips Menjaga Kebugaran Saat Puasa di Usia 30-an, Tetap Bugar dan Produktif