SuaraKalbar.id - Enam orang karyawan PT. Solusi Jaya Perkasa (SJP) 1 di Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang, Kubu Raya, ditangkap polisi setelah terungkap melakukan penggelapan 25 karung pupuk NPK Blue.
Kejadian ini terungkap pada Sabtu (13/7) ketika motor tossa yang mengangkut pupuk tersebut terperosok di Jalan MR Blok A5/B5 dan Blok A6/B6 Divisi SJP 1 Terentang Hulu.
Kecurigaan muncul ketika satpam PT. SJP yang sedang berpatroli melihat motor tossa yang membawa muatan mencurigakan. Satpam segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Terentang. Petugas Polsek Terentang langsung merespon laporan tersebut dan mendatangi lokasi kejadian.
Saat itu, keenam pelaku menunjukkan tanda-tanda kegelisahan. Setelah diinterogasi singkat, mereka mengakui bahwa pupuk yang dibawa adalah milik PT. SJP. Keenam pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polsek Terentang untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Terentang, IPDA Slamet Widodo, melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, menjelaskan bahwa keenam pelaku adalah RS (20) seorang wanita yang berperan sebagai mandor pemupukan, serta lima pekerja pria yaitu CP (38), JN (26), AR (27), DI (40), dan IN (27).
"Keenam pelaku tersebut sudah diamankan di Polsek Terentang guna penyelidikan lebih lanjut, berikut barang bukti sepeda motor tossa dan 25 karung pupuk NPK Blue," terang Ade saat dikonfirmasi pada Kamis (25/7).
Ade mengungkapkan bahwa tindakan penggelapan ini dilakukan oleh mandor dan kelima pekerjanya untuk menutupi kegagalan dalam mencapai target pemupukan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Target pemupukan harian yang ditetapkan adalah 45 karung, namun mereka hanya mampu menggunakan 22 karung. Untuk menutupi kekurangan tersebut, mandor mengajak kelima pekerja lainnya untuk tidak mengembalikan sisa pupuk ke gudang, melainkan menjualnya.
"Pemicu penggelapan 25 karung pupuk ini untuk menutupi kegagalan pencapaian target pemupukan tanaman sawit milik PT. SJP. Dari 47 karung pupuk yang disediakan, hanya 22 karung yang digunakan," kata Ade.
Baca Juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Kubu Raya: Warga Mengungsi Akibat Asap Pekat
Ade menambahkan bahwa dalam kasus ini, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 6.500.000. Keenam pelaku dijerat dengan Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun.
Berita Terkait
-
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kubu Raya: Warga Mengungsi Akibat Asap Pekat
-
Eksklusif: Kualitas Udara Kubu Raya Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Kabupaten Kubu Raya, Petugas Kesulitan Akses Air
-
Panik Saat Digerebek, Pria di Kubu Raya Pura-pura Pingsan saat Ketahuan Bawa Sabu dan Alat Judi Online
-
BREAKING NEWS: Status Kualitas Udara Kubu Raya Tidak Sehat usai 50 Hektare Lahan Terbakar
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian
-
Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara