- Trauma pascabencana adalah respons psikologis akibat peristiwa ekstrem, yang gejalanya meliputi kesulitan tidur, cemas, dan menarik diri dari sosial.
- Mengatasi trauma dimulai dengan mengakui emosi, mencari bantuan profesional seperti konseling, dan melatih teknik relaksasi pernapasan.
- Pemulihan jangka panjang melibatkan menjaga kesehatan fisik, membangun kembali rutinitas perlahan, serta memperkuat dukungan sosial dan harapan positif.
SuaraKalbar.id - Bencana alam sering datang tanpa peringatan dan meninggalkan dampak yang mendalam, tidak hanya pada kondisi fisik tetapi juga pada kesehatan mental para korban.
Trauma pascabencana menjadi isu yang sangat penting karena dapat menghambat proses pemulihan dan mempengaruhi kehidupan jangka panjang.
Trauma ini muncul akibat pengalaman ekstrem seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, atau kebakaran hebat yang menciptakan perasaan takut, ancaman, dan ketidakberdayaan.
Mengatasi trauma pascabencana membutuhkan pendekatan yang sistematis, empatik, dan berbasis metode ilmiah agar korban dapat kembali menjalani kehidupan secara optimal.
Memahami Trauma Pascabencana
Trauma pascabencana adalah respons psikologis terhadap peristiwa yang mengancam keselamatan diri atau orang lain. Gejalanya bisa ringan hingga berat, termasuk:
- Kesulitan tidur
- Mimpi buruk atau kilas balik (flashback)
- Rasa cemas berkepanjangan
- Detak jantung meningkat saat mengingat kejadian
- Menarik diri dari lingkungan sosial
- Mudah marah atau tersinggung
Jika dibiarkan, trauma dapat berkembang menjadi gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang memerlukan penanganan profesional.
- Penyebab Umum Trauma Pascabencana
- Beberapa faktor yang sering memicu trauma pada korban bencana antara lain:
- Melihat langsung korban luka atau meninggal.
- Kehilangan anggota keluarga atau harta benda.
- Mengalami keterjebakan atau situasi mengancam nyawa.
- Minimnya dukungan sosial dan psikologis setelah bencana.
- Terpapar informasi mengerikan secara berulang dari media.
Cara Mengatasi Trauma Pascabencana Alam
1. Mengakui dan menerima kondisi emosional
Melansir suarakalbar, langkah awal dalam mengatasi trauma adalah menerima perasaan yang muncul. Menghindari atau menekan emosi justru membuat proses pemulihan berjalan lebih lama. Mengakui rasa takut, sedih, atau marah itu wajar dapat membantu korban mulai berdialog dengan dirinya sendiri.
2. Mendapatkan bantuan profesional jika diperlukan
Jika trauma mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, segera mencari bantuan dari psikolog, psikiater, atau konselor menjadi langkah yang tepat. Tenaga profesional dapat memberikan terapi, seperti cognitive behavioral therapy (CBT), konseling trauma, atau terapi eksposur yang aman untuk mempercepat proses pemulihan.
3. Melatih relaksasi untuk mengurangi stres
Teknik relaksasi membantu tubuh keluar dari mode siaga yang sering muncul setelah bencana. Latihan, seperti pernapasan dalam, meditasi, menulis jurnal, berdoa, atau mindfulness dapat menurunkan ketegangan dan menenangkan pikiran.
4. Menjaga kesehatan fisik secara konsisten
Berita Terkait
-
Kudus Dikepung Banjir
-
Bahaya Doomscrolling: Mengapa Terlalu Banyak Baca Berita Bisa Merusak Mental?
-
Jessica Iskandar Ungkap Trauma Masa Lalu usai Baca Memoar Aurelie Moeremans
-
Bukan Dipendam, Begini Cara Memproses Emosi Negatif Agar Pikiran Kembali Tenang
-
Buku Broken Strings: Menyelami Trauma Relasi dalam Hubungan Toksik
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Apa Saja Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat? Warisan Budaya yang Sarat Makna
-
Apa Saja Tarian Tradisional Kalimantan Barat? Berikut Rinciannya
-
4 Pilihan Makeup Wudhu Friendly untuk Wanita Muslim Aktif, Halal dan Tahan Lama
-
Pilihan Sunscreen Wudhu Friendly Murah Terbaik untuk Cegah Penuaan Dini
-
Realisasi Anggaran 2025 Hanya 81,59 Persen, Sekda Sintang Kecewa