- Realisasi PAD Kota Singkawang hingga Desember 2025 mencapai Rp125 miliar, hampir menyentuh target Rp133 miliar.
- Meskipun meningkat, kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah Singkawang masih tergolong rendah, yaitu sekitar 30 persen.
- Bapenda Singkawang berupaya optimalkan PAD melalui inovasi pembayaran dan penekanan kesadaran pajak ASN sebagai teladan.
SuaraKalbar.id - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 hingga awal Desember telah mencapai Rp125 miliar atau sekitar 94 persen dari target Rp133 miliar.
Capaian ini melanjutkan tren peningkatan PAD dalam tiga tahun terakhir, meski kontribusinya terhadap total pendapatan daerah masih relatif rendah.
Kepala Bapenda Kota Singkawang Siti Kodam Mariana mengatakan, PAD merupakan salah satu komponen utama pendapatan daerah selain dana transfer ke daerah (TKD). Namun secara fiskal, Singkawang masih menghadapi keterbatasan karena kontribusi PAD baru berada di kisaran 30 persen dari total pendapatan daerah.
"Secara kemampuan fiskal, kita masih tergolong rendah. Kontribusi PAD masih berada sekitar 30 persen dari total pendapatan daerah," kata Siti melansir suarakalbar.co.id, Rabu 17 Desember 2025.
Meski demikian, kinerja PAD menunjukkan perbaikan konsisten. Pada 2023, realisasi PAD mencapai Rp76 miliar atau 101 persen dari target Rp75 miliar. Tren positif berlanjut pada 2024 dengan realisasi Rp91,72 miliar dari target Rp92 miliar atau setara 99,53 persen.
Untuk 2025, target PAD meningkat signifikan menjadi Rp133 miliar, seiring bertambahnya jenis penerimaan baru berupa opsen pajak. Hingga awal Desember, capaian telah mencapai 94 persen dan masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.
Dalam pengelolaannya, Bapenda bertanggung jawab atas pemungutan pajak daerah, sementara retribusi dikelola oleh masing-masing perangkat daerah sesuai kewenangannya.
Siti Kodam mengakui masih terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi optimalisasi PAD, terutama kemampuan dan kesadaran wajib pajak. Menurut dia, perlu evaluasi lebih lanjut untuk memastikan akar persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Apakah kendalanya pada kemampuan membayar atau pada kesadaran masyarakat, ini yang terus kami dalami,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kepatuhan pajak, Bapenda Singkawang telah menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari penguatan kanal pembayaran hingga program Gebyar Pekan Pajak Daerah. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan.
Selain itu, pemerintah kota mendorong keteladanan aparatur sipil negara (ASN) dalam membayar pajak. Surat edaran telah diterbitkan untuk mewajibkan kepatuhan pajak sebagai salah satu syarat pencairan tunjangan kinerja ASN.
“Kesadaran pajak harus dimulai dari internal pemerintah agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat,” katanya.
Berita Terkait
-
4 Pore Clear Pad Eksfoliasi Wajah agar Pori-Pori Bersih dan Lawan Bruntusan
-
Bye Dehidrasi! 4 Hydrating Pad Berikan Efek Wajah Auto Lembap dan Sehat
-
vivo Pad6 Pro Bawa Layar 4K 144Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
-
Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah
-
HONOR Pad V9 Resmi Hadir: Tablet Tipis dengan Layar 144Hz dan Baterai Jumbo 10.100 mAh
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap
-
BRI Peduli Siapkan 500 Volunteer Dari Program "Yok Kita Gas", Dukung MotoGP Mandalika 2026
-
Lewat PELOPOR 2026, BRI Perluas Agen Perubahan Budaya Antikorupsi
-
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?
-
Karhutla Belum Usai, Warga Kubu Raya Andalkan Hujan hingga Beli Air untuk Minum