- Upah Minimum Kota (UMK) Pontianak tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 3.205.220 setelah pembahasan Dewan Pengupahan.
- Penetapan ini menggunakan formula baru berdasarkan PP Nomor 49 Tahun 2025, mempertimbangkan inflasi serta pertumbuhan ekonomi daerah.
- UMK 2026 naik Rp180.400 dari tahun sebelumnya, dan hasil kesepakatan akan diajukan kepada Gubernur Kalbar.
SuaraKalbar.id - Upah Minimum Kota (UMK) Pontianak tahun 2026 ditetapkan Rp 3.205.220. Jumlah itu diperoleh setelah melalui pembahasan bersama Dewan Pengupahan Kota Pontianak.
UMK Pontianak 2026 mengalami kenaikan sebesar Rp180.400 jika dibandingkan UMK 2025, yakni Rp 3.024.820.
Kepala Disnaker Pontianak Iwan Amriady mengatakan, proses penentuan dilakukan secara intensif, serta serta mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi daerah.
"Penetapan upah ini merupakan keputusan kolektif yang melibatkan banyak pihak dan harus dihormati bersama," katanya melansir Antara, Kamis 25 Desmeber 2025.
Sementara itu, Sekretaris Disnaker Kota Pontianak Sekar Putri menjelaskan penetapan UMK 2026 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan yang merupakan perubahan kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021.
Menurut Sekar Putri, penyesuaian upah minimum kini menggunakan formula baru dengan mempertimbangkan paritas daya beli, inflasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta variabel alfa.
"Inflasi provinsi yang digunakan sebesar 1,94 persen berdasarkan data BPS, sementara pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak sebesar 5,03 persen," katanya.
Dengan formula tersebut dan mengikuti UMP Provinsi Kalimantan Barat, UMK Kota Pontianak 2026 ditetapkan sebesar Rp3.205.220 per bulan atau naik Rp180.400 dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari unsur pekerja, perwakilan DPC Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Sahmianto, menyampaikan bahwa pihaknya sempat mengusulkan penggunaan nilai alfa 0,9 untuk mendekati angka kenaikan yang diharapkan buruh.
"Sebenarnya jika langsung menggunakan nilai 0,90, hasilnya justru berada di bawah ketentuan tahun lalu. Karena itu kami mengusulkan nilai tersebut sebagai pilihan paling memungkinkan," kata dia.
Sementara dari unsur pengusaha, Ketua Apindo Kota Pontianak Acui Simanjaya menilai angka alfa 0,5 terlalu kecil, sedangkan 0,9 dinilai terlalu berat untuk diterapkan.
"Nilai tengah seperti 0,7 atau 0,8 kami pandang lebih realistis dan masih dalam batas yang dapat diterima dunia usaha," katanya.
Hasil kesepakatan UMK Kota Pontianak 2026 selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Barat untuk ditetapkan melalui surat keputusan resmi.
Berita Terkait
-
Pertamina Dorong UMK Naik Kelas dan Siap Hadapi Buyer Global
-
Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri
-
Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap
-
Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu
-
DPR Sahkan 15 UU Kabupaten/Kota di Kalimantan, Pontianak hingga Ketapang Masuk Daftar
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak