- Pemkot Pontianak melalui Forum LLAJ menerapkan rekayasa lalu lintas terbatas antisipasi lonjakan malam Tahun Baru 2025.
- Jalan Tanjungpura dan Gajah Mada akan menjadi jalan satu arah mulai pukul 21.00 atau 22.00 WIB.
- Beberapa ruas jalan penghubung lain seperti Siam, Setia Budi, dan Hijas juga mengalami perubahan arah tentatif.
SuaraKalbar.id - Pemkot Pontianak melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) akan melakukan rekayasa lalu lintas terbatas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada malam pergantian Tahun Baru 2025 menuju 2026.
Kebijakan ini difokuskan pada sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat saat perayaan malam tahun baru.
Kadis Perhubungan Kota Pontianak, Yuli Trisna Ibrahim, mengatakan rekayasa lalu lintas merupakan bagian dari pengamanan dan pengendalian arus kendaraan.
"Kita akan memberlakukan jalan satu arah untuk Jalan Tanjungpura dan Jalan Gajah Mada pada malam tahun baru," katanya melansir suarakalbar, Rabu 31 Desember 2025.
Untuk Jalan Tanjungpura, sistem satu arah diberlakukan dari simpang lampu merah Jalan H Agus Salim menuju arah Jalan Pahlawan.
Sementara Jalan Gajah Mada akan diberlakukan satu arah dari simpang lampu merah Jalan Pahlawan menuju simpang lampu merah Jalan Diponegoro.
Rekayasa lalu lintas juga diterapkan pada beberapa ruas jalan penghubung lainnya. Jalan Siam dan Jalan Setia Budi akan diberlakukan satu arah dari Gajah Mada menuju Tanjungpura, sedangkan Jalan Hijas satu arah dari Jalan Tanjungpura menuju Jalan Gajah Mada.
"Rekayasa tetap dilakukan, namun tidak seperti sistem satu arah penuh. Penerapannya bersifat tentatif dan menyesuaikan kondisi di lapangan," ucapnya.
Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB. Sementara pada rentang waktu pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, kondisi arus lalu lintas masih terpantau relatif lancar.
"Biasanya euforia masyarakat terjadi satu hingga dua jam sebelum pergantian tahun. Pada jam-jam awal malam, lalu lintas masih cukup landai," katanya.
Berita Terkait
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara
-
Menggugat Integritas di Balik Tanding Ulang LCC Empat Pilar MPR RI
-
Etika Berkomunikasi bagi Pemandu Acara: Pelajaran dari Panggung LCC Kalbar
-
Sempat Viral Karena Dicurangi Juri, Josepha SMAN 1 Pontianak Kini Dilirik MPR RI Jadi Duta LCC
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari
-
Jokowi Bakal Main Film Kolosal Dayak? Panglima Jilah Sebut Jadi Pemeran Utama
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
-
Kalimantan Barat Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar, Karhutla Dikhawatirkan Meluas
-
Kasus Dugaan Asusila Guncang PSHT Pontianak, Dua Remaja Disebut Jadi Korban