- Suku Dayak di Kalimantan memanfaatkan tanaman hutan sebagai salep herbal tradisional untuk mengatasi masalah bekas luka gatal.
- Salep herbal bekerja menenangkan iritasi kulit, menjaga kelembapan, serta membantu menyamarkan noda hitam secara bertahap melalui pemakaian konsisten.
- Pengguna disarankan melakukan uji coba pada area kecil kulit untuk memastikan keamanan sebelum mengaplikasikannya pada bekas luka.
SuaraKalbar.id - Bekas luka akibat gatal sering dianggap sepele, tetapi bagi sebagian orang, noda kehitaman di kulit bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Apalagi jika muncul di area yang mudah terlihat seperti tangan atau kaki.
Di tengah maraknya produk skincare modern, sebagian masyarakat mulai kembali melirik pengobatan tradisional. Salah satunya adalah salep herbal khas Suku Dayak yang dipercaya turun-temurun mampu membantu mengatasi berbagai masalah kulit, termasuk bekas luka gatal.
Masyarakat Dayak dikenal memiliki pengetahuan luas tentang tanaman obat dari hutan Kalimantan. Berbagai daun, akar, dan getah digunakan sebagai bahan alami untuk merawat kulit.
Ramuan ini biasanya dibuat secara sederhana, tetapi memiliki fungsi yang spesifik, mulai dari meredakan gatal hingga membantu memperbaiki kondisi kulit yang rusak.
Bekas luka sering muncul karena peradangan yang tidak ditangani dengan baik. Ketika kulit sering digaruk, jaringan kulit bisa mengalami iritasi berulang, sehingga meninggalkan noda yang sulit memudar.
Selain itu, paparan sinar matahari dan kurangnya perawatan juga memperlambat proses regenerasi kulit.
Ramuan ini bukan sekadar mitos. Beberapa tanaman yang digunakan bahkan sudah dikenal dalam dunia herbal modern karena khasiatnya yang luar biasa.
1. Daun Ketapang (Terminalia catappa) untuk Regenerasi Kulit
Daun ketapang dikenal luas memiliki kandungan antioksidan dan antibakteri tinggi. Dalam pengobatan tradisional Dayak, daun ini ditumbuk halus lalu dijadikan salep alami.
Baca Juga: Cuma Modal Tanaman Dapur, 7 Manfaat Aloe Vera Pontianak yang Bikin Wajah Cerah Tanpa Skincare Mahal
Manfaatnya:
- Membantu mempercepat penyembuhan luka
- Mengurangi peradangan akibat garukan
- Memudarkan bekas luka secara bertahap
- Ekstrak daun ketapang juga sering digunakan dalam perawatan kulit karena sifatnya yang menenangkan.
2. Pegagan (Centella asiatica) untuk Memperbaiki Jaringan Kulit
Pegagan adalah tanaman herbal yang sudah diakui secara ilmiah mampu merangsang produksi kolagen.
Dalam ramuan tradisional, daun pegagan dihaluskan dan dicampur dengan bahan lain untuk mempercepat pemulihan kulit.
Manfaat utama:
- Mempercepat regenerasi sel kulit
- Menghaluskan tekstur bekas luka
- Mengurangi warna gelap pada kulit
Tak heran jika pegagan kini banyak digunakan dalam produk skincare modern.
3. Kunyit (Curcuma longa) sebagai Anti-inflamasi Alami
Tag
Berita Terkait
-
BMKG: Kalbar Masuk Waspada 6-12 April, Hujan Turun Tapi Risiko Karhutla Meningkat
-
Saat Anggaran Diminta Hemat, Pejabat Kalbar Mau Retreat ke Luar Daerah: Apa Urgensinya?
-
Di Balik Dorongan Ekspor Arwana Kalbar, Kendala Perizinan dan Regulasi Masih Membayangi
-
Waspada! Potensi Hujan Sedang di Kalbar Hingga Akhir Maret 2026
-
Perdagangan 1,38 Kg Sisik Trenggiling di Sintang Kalbar Dibongkar
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei