- Realisasi APBD Sintang 2025 hanya mencapai 81,59 persen, menyebabkan Sekda kecewa karena target minimal 90 persen tidak tercapai.
- Kinerja penyerapan anggaran yang lemah meninggalkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sekitar Rp200 miliar untuk Tahun Anggaran 2025.
- Keterlambatan administrasi, proses lelang, dan perencanaan teknis menjadi catatan kritis dalam evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2025.
SuaraKalbar.id - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyampaikan kekecewaannya terhadap capaian penyerapan anggaran yang dinilai masih jauh dari harapan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) per 31 Desember 2025, realisasi APBD hanya mencapai 81,59 persen, menyisakan Silpa sekitar Rp200 miliar.
Hal ini disampaikan Kartiyus saat memberikan arahan dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2025, Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026, serta Konsultasi Publik Penyusunan RKPD 2027 di Pendopo Bupati Sintang, Rabu 14 Januari 2026.
“Realisasi belanja kita jauh dari harapan kita semua. Sebenarnya minimal harus mencapai 90 persen. Makanya sulit mau minta tambahan anggaran ke pemerintah pusat, karena uang yang ada saja tidak mampu kita habiskan,” kata Kartiyus, melansir Antara.
Ia menyebut masih adanya hampir 20 persen anggaran yang tidak terserap menunjukkan lemahnya kinerja penyerapan di sejumlah OPD. Hal tersebut patut menjadi keprihatinan bersama.
“Bayangkan saja, masih ada hampir 20 persen uang yang tidak terpakai, tidak terserap oleh OPD kita. Ini yang membuat kita prihatin pada tahun 2025 lalu,” ujarnya.
Kartiyus juga menyoroti adanya OPD yang mengeluhkan keterbatasan anggaran, namun pada kenyataannya anggaran yang tersedia pun tidak mampu dihabiskan secara optimal.
“Saya heran, ada OPD yang mengeluh anggarannya kecil, tapi anggaran kecil pun tidak bisa dihabiskan. Jangan sampai tahun 2026 seperti ini lagi. Kalau perlu Silpa Pemkab Sintang nol persen, berarti penyerapan anggaran kita bagus,” ujarnya dengan nada kesal.
Meski demikian, Sekda Sintang mengakui bahwa dengan realisasi anggaran yang ada, Pemkab Sintang tetap mampu melaksanakan sejumlah program pembangunan. Di antaranya peningkatan jalan sepanjang 6,6 kilometer, pembangunan dan rehabilitasi 113 unit jembatan, peningkatan jalan permukiman sepanjang 55,81 kilometer, pembangunan sarana air bersih sebanyak 1.342 sambungan rumah, serta pembangunan 400 unit sarana sanitasi.
Selain itu, Pemkab Sintang juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi 41 unit gedung, 236 unit sarana pendidikan, serta 124 unit sarana kesehatan.
Namun, Kartiyus menegaskan masih terdapat sejumlah catatan kritis dalam pelaksanaan pembangunan tahun anggaran 2025. Di antaranya keterlambatan administrasi pelaksanaan program dan kegiatan, keterlambatan penetapan standar harga satuan, lambannya proses lelang, serta kurang optimalnya perencanaan teknis yang berdampak pada output kegiatan.
“Informasi pelaksanaan kegiatan juga belum dilakukan secara optimal,” tambahnya.
Ia juga menilai evaluasi, monitoring, dan pengendalian kegiatan internal di masing-masing OPD masih lemah. Selain itu, komunikasi dan koordinasi dengan pengawas internal dan eksternal belum maksimal, dukungan data teknis OPD masih kurang, serta penginputan data dalam SIPD yang belum optimal, terutama untuk belanja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Ini semua harus menjadi perhatian serius agar ke depan pelaksanaan anggaran dan pembangunan di Kabupaten Sintang bisa lebih baik,” pungkas Kartiyus.
Berita Terkait
-
Ngeluh Gaji PPPK? Mendagri Tito Tantang Pemda: Bedah APBD dan Efisiensi Dulu!
-
Gubsu Bobby Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Catat Surplus Rp521,494 M
-
Detik-detik Ustaz Abdul Somad Diadang Warga di Kutai Barat, Ada yang Naik ke Kap Mobil
-
Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri ke KPK
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Perkuat UMKM Eks Pekerja Migran Indonesia Lewat KUR dan Pelatihan Purna Migran
-
Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas
-
Mari Rayakan HUT ke-70 Danamon di Pontianak dengan Hidangan Serba Rp70 Pakai QRIS D-Bank PRO
-
Kontribusi Pajak BRI Terbesar di Industri Keuangan, Perkuat Dukungan bagi Pembangunan Nasional
-
BRI Tawarkan ORI030 dengan Kupon Tetap Hingga 7,00% per Tahun