- BPBD Pontianak menduga kebakaran lahan di Kalbar disengaja, menemukan bensin dan daun pisang di Gang Masjid.
- BPBD meningkatkan kesiapsiagaan sejak Januari 2026 memantau tiga kecamatan rawan Karhutla di Pontianak.
- Kualitas udara membaik meskipun beberapa kebakaran cepat dipadamkan, BPBD mengimbau masyarakat melapor cepat.
SuaraKalbar.id - Pembakaran lahan yang terjadi di Kota Pontianak. Kalimantan Barat (Kalbar), dalam beberapa sepekan terakhir memunculkan kekhawatiran serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak menduga kebakaran tersebut bukan disebabkan oleh faktor alam, melainkan tindakan disengaja.
Dugaan tersebut menguat setelah petugas menemukan sejumlah barang yang mengindikasikan adanya aktivitas pembakaran di lokasi rawan kebakaran.
Kepala BPBD Kota Pontianak, Nasir, mengungkapkan bahwa salah satu lokasi yang paling mencolok berada di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II.
Informasi awal diterima dari masyarakat yang melihat adanya aktivitas pembakaran lahan. Namun, saat petugas tiba di lokasi tidak ditemukan pelaku.
“Saat petugas tiba, pelaku sudah lari. Di lokasi ditemukan botol bekas minuman berisi bensin dan karung berisi daun pisang yang sudah kering, diduga digunakan untuk membakar lahan. Barang-barang tersebut kita serahkan ke Polsek untuk ditindaklanjuti,” katanya, melansir suarakalbar, Senin, 26 Januari 2026.
Temuan tersebut menjadi salah satu kendala di lapangan dalam upaya penanganan dan penegakan hukum kasus kebakaran lahan. Dugaan pembakaran lahan tidak bisa serta-merta langsung dialamatkan kepada pemilik lahan tanpa melalui proses pendalaman lebih lanjut.
“Sampai saat ini, kita masih menduga. Ada indikasi bahwa itu memang bukan faktor alam. Cuma masih kita koordinasikan ke kepolisian dan BPN untuk kepemilikan lahannya,” terangnya.
Sejak pertengahan Januari 2026, BPBD Kota Pontianak telah meningkatkan kesiapsiagaan dengan membentuk tim piket dan monitoring untuk memantau wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fokus pemantauan difokuskan pada tiga kecamatan, yakni Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara, yang mencakup delapan kelurahan.
Dalam sepekan terakhir, BPBD Pontianak mencatat beberapa kejadian kebakaran lahan di sejumlah titik berbeda. Lokasi tersebut antara lain berada di kawasan Purnama Dua Dalam, Sepakat Dua Ujung, Perdana Ujung dekat Sungai Raya Dalam, serta kebakaran lahan cukup besar di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II. Kebakaran di lokasi terakhir bahkan sempat mendekati kawasan permukiman warga.
Nasir menambahkan, respons cepat tim BPBD di lapangan menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas. Bahkan, beberapa kejadian kebakaran tidak sempat terdeteksi sebagai titik panas atau hotspot oleh satelit karena api sudah berhasil dipadamkan sebelum membesar.
“BMKG belum mendeteksi hotspot karena api cepat kita padamkan. Tapi di lapangan itu nyata ada titik api. Pontianak ini wilayahnya relatif mudah dijangkau, jadi begitu ada laporan langsung kita tangani,” katanya.
BPBD Kota Pontianak mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi cuaca kering. Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan segera melaporkan apabila melihat asap atau indikasi kebakaran, sekecil apa pun.
“Kami minta masyarakat, khususnya RT dan RW, segera melapor jika melihat asap atau potensi kebakaran. Jangan tunggu api besar. Lahan gambut itu apinya sering di bawah, terlihatnya hanya asap,” imbau Nasir.
Ia menegaskan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama semua pihak agar kebakaran tidak berkembang dan membahayakan permukiman serta kesehatan masyarakat.
“Kalau cepat dilaporkan, bisa kita batasi dan padamkan. Tapi kalau dibiarkan, risikonya jauh lebih besar,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
BRI Dukung Respon Cepat Kesiapsiagaan Bencana Bersama BPBD Buleleng
-
El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist
-
Solusi Cepat Jelajah Kalbar: Panduan Lengkap Marina Express April 2026!
-
Longsor Intai Jakarta, BPBD DKI Petakan 9 Kecamatan Rawan
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus
-
10.533 Voucher Telkomsel Hilang di TAP Sosok, Kerugian Capai Rp208 Juta
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis