- Pemprov Kalbar menerapkan strategi 4K (pasokan, distribusi, harga, komunikasi) untuk mengendalikan inflasi jelang hari besar keagamaan 2026.
- Inflasi diproyeksikan naik menjadi 3,33% pada 2026 karena gangguan pangan, gagal panen, dan tingginya permintaan beras MBG.
- Pemprov mendorong penguatan produksi pertanian/peternakan sebagai solusi jangka panjang pengendalian harga, bukan hanya operasi pasar.
SuaraKalbar.id - Guna mengendalikan laju inflasi menjelang perayaan Imlek, Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pemprov Kalimantan Barat, menerapkan strategi 4K. Strategi yang dilakukan mencakup ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, kestabilan harga dan komunikasi efektif.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan pengendalian inflasi menjadi prioritas pemerintah daerah karena momentum hari besar keagamaan biasanya diikuti dengan lonjakan permintaan bahan pokok yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga komoditas di pasar.
"Stabilitas harga penting untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama kelompok berpenghasilan rendah," katanya melansir Antara, Senin, 9 Februari 2026.
Sepanjang 2025, kata Ria, inflasi Kalbar berhasil dijaga pada level rendah dan stabil, yakni 1,85 persen, lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 2,92 persen.
Namun, memasuki 2026, tekanan inflasi diperkirakan meningkat. Risiko kenaikan harga diproyeksikan mencapai sekitar 3,33 persen. Hal ini dipicu gangguan produksi pangan akibat cuaca ekstrem, potensi gagal panen, serta kenaikan harga sejumlah komoditas seperti beras, cabai, bawang merah, emas perhiasan, hingga tarif angkutan udara.
Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG/SPPG) turut meningkatkan kebutuhan beras, telur dan daging ayam, sehingga pemerintah perlu memastikan pasokan tetap mencukupi agar tidak memicu gejolak harga.
"Ketersediaan stok harus aman supaya harga tidak melonjak dan membebani masyarakat," ujarnya.
Pemprov juga mengantisipasi potensi kelangkaan energi rumah tangga, terutama LPG 3 kilogram, dengan mengusulkan tambahan distribusi menjelang Ramadhan.
Untuk menjaga kestabilan harga, kepala daerah kabupaten/kota diminta aktif memantau stok dan harga bahan pokok, melakukan langkah pencegahan terhadap potensi kelangkaan, serta memperkuat kerja sama pasokan antarwilayah, khususnya daerah yang mengalami defisit.
Beberapa wilayah seperti Sambas, Kapuas Hulu, Melawi dan Kubu Raya tercatat mengalami kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras dan LPG bersubsidi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menekankan pengendalian inflasi harus menghasilkan langkah konkret dan berkelanjutan.
Menurutnya, operasi pasar hanya solusi jangka pendek, sedangkan penguatan produksi pertanian dan peternakan menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga.
"Kita perlu meningkatkan kapasitas produksi agar pasokan terjamin. Tanpa itu, inflasi akan terus berulang setiap momen hari besar," kata dia.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Doni Septadijaya menambahkan, secara umum inflasi Kalbar masih relatif terkendali dibanding provinsi lain di Kalimantan, meski dipengaruhi efek basis rendah pada periode sebelumnya.
Ia menilai pengendalian inflasi inti serta komunikasi publik yang tepat penting untuk mengelola ekspektasi masyarakat.
Berita Terkait
-
Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri
-
El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik
-
Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap
-
DPR Sahkan 15 UU Kabupaten/Kota di Kalimantan, Pontianak hingga Ketapang Masuk Daftar
-
Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak