- Kelenteng Tengah Laut di Kubu Raya dijaga oleh Slamet, seorang pria Muslim berusia 74 tahun, selama hampir 30 tahun.
- Awalnya dibayar, Slamet kini menjaga kelenteng tanpa gaji tetap, menerima donasi dari para pengunjung yang datang.
- Slamet secara rutin menyeberang laut menggunakan perahu setiap hari demi menjalankan tanggung jawab menjaga kelenteng tersebut.
SuaraKalbar.id - Kelenteng Tengah Laut (Xuan Wu Zhen Tan) yang terletak di Desa Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, merupakan salah satu destinasi religi yang unik di Indonesia. Berada di tengah laut, kelenteng ini tidak hanya menawarkan panorama alam yang menenangkan, tetapi juga menyimpan kisah kemanusiaan yang sarat makna toleransi antarumat beragama.
Daya tarik utama Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya bukan semata karena lokasinya yang terapung di atas air laut, melainkan sosok penjaganya. Namanya Slamet, seorang pria berusia 74 tahun yang beragama Islam.
Selama hampir 30 tahun, Slamet dengan setia menjaga kelenteng ini, membuktikan bahwa nilai toleransi bukan sekadar wacana, melainkan praktik hidup sehari-hari. Slamet sendiri memiliki keterbatasan dengan kakinya yang tidak bisa berjalan sempurna dan memerlukan bantuan kaki.
Awal Perjalanan Slamet Menjaga Kelenteng Tengah Laut
Slamet menceritakan bahwa awal dirinya menjadi penjaga kelenteng bermula dari tawaran pekerjaan sederhana dengan bayaran Rp400 ribu per bulan. Jumlah tersebut akhirnya membuatnya berhenti karena dianggap tidak mencukupi kebutuhan hidup.
“Jadi dulu saya jaga pekong (kelenteng) ini dengan bayaran 400 ribu rupiah, setelah itu saya berhenti, mana cukup 400 ribu jadi akhirnya saya berhenti,” katanya melansir suarakalbar, Senin, 9 Februari 2026.
Tak lama setelah berhenti, ia kemudian dipanggil lagi dan berkerja tanpa bayaran. Ia pun menerima tawaran itu dengan lapang dada. Bagi Slamet, bekerja tanpa gaji jurstru memberikannya kebebasan.
“Setelah itu saya dipanggil lagi, saya mau saja kalau tidak digaji bebas gitu maksudnya, jadi bisa kemana-mana, kalau di gaji kan tidak bisa kemana-mana,” tambahnya.
Namun demikian, terkadang ada saja dari pengunjung yang datang yang memberikannya sejumlah uang.
“Tapi kadang ada-ada saja dari pengunjung yang datang yang kasi uang,” ujarnya.
Menyeberang Laut Setiap Hari Demi Tanggung Jawab
Slamet mengaku tinggal di daerah pabrik di tepi pantai, sehingga setiap hari ia harus ke kelenteng dengan menggunakan perahu.
“Saya tidak tinggal disini, saya tinggal dekat pabrik, jadi setiap hari kesini dengan menggunakan perahu,” ungkapnya.
Selama menjaga kelenteng, Slamet datang pukul 7 pagi dan pulang pada pukul 5 sore. Namun di hari minggu biasanya ia pulang lebih lama hingga pukul 6 sore.
Meskipun beragam Islam, Slamet mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut, ia merasa semua perkerjaan selama tidak melanggar norma dan aturan tidak masalah.
Berita Terkait
-
Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri
-
Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap
-
DPR Sahkan 15 UU Kabupaten/Kota di Kalimantan, Pontianak hingga Ketapang Masuk Daftar
-
Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini
-
Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak