Slamet, penjaga kelenteng tengah laut (Xuan Wu Zhen Tan) yang sudah mengabdi selama 30 tahun. [SUARAKALBAR.CO.ID/Meriy]
Baca 10 detik
- Kelenteng Tengah Laut di Kubu Raya dijaga oleh Slamet, seorang pria Muslim berusia 74 tahun, selama hampir 30 tahun.
- Awalnya dibayar, Slamet kini menjaga kelenteng tanpa gaji tetap, menerima donasi dari para pengunjung yang datang.
- Slamet secara rutin menyeberang laut menggunakan perahu setiap hari demi menjalankan tanggung jawab menjaga kelenteng tersebut.
“Semuanya sama saja menurut saya, tidak masalah,” ucapnya.
Selama 30 tahun menjaga kelenteng Xuan Wu Zhen Tan membuatnya banyak bertemu dengan orang baru setiap hari, yang datang dari berbagai daerah.
“Banyak yang datang, setiap hari pasti ada, apalagi jelang imlek, dari luar kota seperti Jakarta juga ada, bahkan pernah juga datang orang Belanda kesini bersama istrinya orang Indonesia,” jelasnya.
Kisah Slamet menjadi bukti bahwa toleransi antarumat beragama di Indonesia bukan sekadar slogan. Kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai penjaga kelenteng, serta konsistensi dan loyalitas yang ia tunjukkan, menjadikan Kelenteng Tengah Laut Kubu Raya sebagai simbol harmoni di tengah keberagaman.
Berita Terkait
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?
-
Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon
-
Karhutla Mengganas di Kalbar, Asap Tebal Selimuti Ketapang
-
Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal