- Polda Sulawesi Utara berhasil menggagalkan keberangkatan tiga warga Bitung yang akan diberangkatkan menuju Kamboja.
- Pencegahan terjadi di Bandara Sam Ratulangi Manado berkat laporan masyarakat mengenai rencana keberangkatan mencurigakan tersebut.
- Tiga calon korban telah diamankan untuk pemeriksaan intensif guna mengungkap aktor intelektual jaringan TPPO tersebut.
SuaraKalbar.id - Upaya pemberangkatan tiga orang diduga kuat menjadi calon korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) digagalkan oleh Tim Resmob Polda Sulawesi Utara.
Ketiga orang tersebut rencananya akan diberangkatkan ke Kamboja. Aksi pencegahan ini dilakukan di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, keberhasilan penggagalan ini merupakan hasil pengembangan cepat dari laporan informasi masyarakat mengenai adanya rencana keberangkatan mencurigakan.
Menurutnya, tim di lapangan bergerak setelah mendeteksi adanya dua orang perempuan dan satu laki-laki yang dijadwalkan terbang menuju Jakarta sebagai transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Kamboja.
Begitu menerima informasi, petugas segera berkoordinasi dengan pihak otoritas Bandara dan Polsek Bandara.
"Berkat kesigapan petugas, keberangkatan ketiga orang tersebut berhasil digagalkan tepat waktu guna mencegah terjadinya tindak pidana human trafficking," ujar Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan.
Ketiga warga yang berhasil diamankan tersebut diketahui berasal dari wilayah Bitung, yakni CM (34), IL (30) dan KP (30).
"Saat ini, ketiga korban telah diamankan dan diserahkan ke Direktorat PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polda Sulut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," lanjutnya.
Kombes Pol Alamsyah menegaskan, pihak kepolisian tidak akan berhenti pada penyelamatan korban saja, namun akan memburu aktor intelektual di balik upaya pengiriman tenaga kerja ilegal ini.
"Rencana tindak lanjut kami adalah melakukan pendalaman terhadap keterangan para korban untuk mengungkap siapa pihak yang merekrut dan memfasilitasi keberangkatan mereka. Kami akan mengumpulkan alat bukti tambahan guna mengungkap jaringan trafficking ini secara tuntas," katanya.
Berita Terkait
-
Imigrasi Indonesia Pimpin Pertemuan DGICM-Australia di Kamboja, Bahas Penguatan Keamanan Kawasan
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Hajar Kamboja 4-0, Thailand Segel Tiket Final Piala AFF U-19 2026
-
Timnas Indonesia Putri Ditahan Kamboja, Gagal Raih Kemenangan di Garuda Championship Series 2026
-
Piala AFF U-19 2026: Australia Vs Kamboja, Duel Penentu Calon Lawan Timnas Indonesia U-19
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah