- Dietisien RSUP dr Hasan Sadikin, Yesi Herawati, memperingatkan bahaya konsumsi gorengan berlebihan saat berbuka puasa.
- Asupan lemak berlebih memicu kerusakan organ seperti hati, jantung, dan ginjal serta meningkatkan risiko diabetes.
- Batas aman konsumsi gorengan maksimal dua buah sehari untuk gizi normal dan sekali seminggu bagi penderita obesitas.
SuaraKalbar.id - Aroma pisang goreng, tahu isi, hingga bakwan hangat hampir selalu menjadi menu andalan saat buka puasa di bulan Ramadan. Setelah seharian menahan lapar dan haus, gorengan terasa seperti “hadiah” yang sulit ditolak. Namun di balik teksturnya yang renyah dan gurih, konsumsi gorengan saat berbuka puasa menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.
Menurut Dietisien di RSUP dr Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati, kebiasaan mengonsumsi gorengan saat berbuka bisa jadi bumerang bagi kesehatan.
“Makan terlalu banyak gorengan pada saat berbuka atau sahur dapat memberatkan kerja organ tubuh,” katanya melansir suarakalbar, Senin, 23 Februari 2026.
Menurut Yesi, masalahnya ada pada lemak yang berlebihan. Saat puasa, tubuh beristirahat. Begitu waktu berbuka tiba, organ pencernaan langsung dipaksa tancap gas. Jika yang masuk pertama kali adalah makanan tinggi lemak, beban kerja organ meningkat drastis.
Organ yang paling pertama terdampak adalah hati. Lemak berlebih akan disimpan di sana. Jika terus menumpuk, kondisi itu bisa berkembang menjadi perlemakan hati, peradangan, sirosis, bahkan kanker hati. Jantung dan pembuluh darah juga ikut kena imbas.
“Kolesterol yang melonjak bisa memicu penyumbatan pembuluh darah, membuka jalan bagi aterosklerosis dan penyakit jantung koroner,” ujarnya.
Pankreas dan kantong empedu juga dipaksa bekerja keras. Asupan lemak tinggi dapat memicu resistensi insulin, yang menjadi pintu masuk diabetes. Ginjal pun ikut terbebani karena harus menyaring metabolisme lemak dalam jumlah besar, sehingga berisiko memicu penyakit ginjal kronik.
Lemak yang menumpuk di perut juga bisa menekan diafragma, membuat napas terasa lebih pendek. Bahkan sistem reproduksi pun bisa terdampak akibat ketidakseimbangan hormon. Saluran cerna pun dipaksa bekerja ekstra setelah “tidur” selama sekitar 12 jam.
Yesi menegaskan risiko ini makin besar bagi mereka yang sudah kegemukan atau obesitas. Jika kebiasaan makan gorengan terus berlangsung tanpa diimbangi serat dan aktivitas fisik, dampaknya bisa berantai, yakni obesitas, penyakit jantung, stroke, diabetes, perlemakan hati, hingga kanker.
Lalu, apakah gorengan harus benar-benar dihapus dari menu buka? Tidak juga. Bagi orang dengan status gizi normal, gorengan masih boleh dikonsumsi maksimal dua buah per hari, asalkan tidak ditambah menu bersantan atau gorengan lain. Untuk yang kelebihan berat badan, gorengan sebaiknya dibatasi hanya sekali seminggu. Minyak pun harus baru, bukan jelantah.
Sebagai alternatif, Yesi menyarankan berbuka dengan air putih terlebih dahulu, lalu takjil yang lebih ramah metabolisme seperti kurma, air kelapa, buah segar, atau salad buah. Selain mengembalikan cairan tubuh, menu ini lebih mudah dicerna dan tidak membuat organ tubuh “kaget” bekerja.
Singkatnya, gorengan boleh saja jadi teman berbuka puasa. Namun ingat, tubuh bukan mesin diesel yang bisa langsung dipacu setelah berhenti lama. Renyah di mulut, berat di organ, pilihan ada di tangan kita.
Berita Terkait
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Gejala Beragam dan Sulit Terdeteksi, Ini Fakta tentang Autoimun
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Niat Kurban untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Bacaan Lengkap Arab, Latin dan Artinya
-
Lafadz Takbiran Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Bisa Dibaca Mulai Malam Ini
-
Saat Keluarga Pasien di Pontianak Panik Cari Darah, Modus Penipuan Mulai Bermunculan
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Lari Santai di Waterfront Kapuas Pontianak saat Sore Hari