Suhardiman
Rabu, 25 Februari 2026 | 14:32 WIB
Hunian sementara untuk korban bencana. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Kementerian PUPR menargetkan 528 hunian sementara di 44 blok Aceh Utara rampung sebelum Lebaran 2026.
  • Pembangunan 44 blok di Aceh Utara ini ditangani Ditjen Prasarana Strategis bersama PT Waskita Karya.
  • Huntara modular ini dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet komunal, dapur bersama, dan sanitasi layak.

SuaraKalbar.id - Sebanyak 528 hunian sementara (Huntara) di 44 blok yang berada di Kabupaten Aceh Utara, ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau progres pembangunan Huntara Kementerian PU di Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan.

"Total Huntara yang kita tangani di Aceh Utara sebanyak 44 blok. Dan itu kita targetkan sebelum lebaran selesai semua, sehingga masyarakat dapat segera masuk,” kata Dody Hanggodo, melansir Antara, Rabu, 25 Februari 2026.

Dody mengatakan dari total pembangunan 44 blok (1 blok terdiri dari 12 pintu Huntara) di Aceh Utara, khusus di Rumoh Rayeuk Langkahan terdampak lima blok dengan kapasitas sekitar 60 kepala keluarga (KK), dan mulai dihuni masyarakat terdampak .

"Kita hari ini berkunjung ke salah satu Huntara di Aceh Utara yang sudah selesai dibangun oleh Kementerian PU. Disini ada lima blok, jadi ada sekitar 60 kepala keluarga (KK). Di sana ada lagi sekitar sembilan blok lagi," ujarnya.

Pembangunan Huntara di Langkahan tersebut di atas lahan yang disediakan oleh Pemerintah Aceh Utara, dengan total luas bangunan sekitar 1.440 meter persegi (m²) di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Kementerian PU bersama penyedia jasa PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Dody mengatakan percepatan pemanfaatan Huntara itu didukung koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

"Kementerian PU, BNPB dan Bupati koordinasinya cepat, data calon penghuni Huntara ini juga sudah ada dan lengkap. Sehingga begitu kita selesai membangun, masyarakat bisa langsung masuk,” katanya.

Secara teknis, Huntara dibangun menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung cepat dan efisien tanpa mengurangi kualitas dan kenyamanan.

Setiap unit dirancang menggunakan insulated panel, dan dilengkapi dengan ventilasi, exhaust fan, serta kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik dan ruangan tidak panas.

Selain unit hunian, kawasan tersebut dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet komunal, area cuci, dapur bersama, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi.

Fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara layak selama menempati hunian sementara.

Dody juga menjelaskan bahwa progres konstruksi di Langkahan secara umum telah selesai, dengan penyempurnaan minor yang terus dilakukan di lapangan.

“Ini sudah selesai semua, jadi tinggal penyelesaian pekerjaan kecil-kecil. Dalam menyelesaikan satu blok untuk 12 KK, Kementerian PU membutuhkan waktu sekitar dua minggu,” katanya.

Namun demikian, kalau target penyelesaian pasti Huntara di Aceh Utara, Dody belum dapat memastikan mengingat terus adanya permintaan penambahan dari pemerintah daerah.

"Dari hari ke hari permintaan Bupati bertambah terus ini, jadi kalau ditanya kapan selesai repot saya, ujuk-ujuk nanti dekat lebaran Bupati minta lagi. Pokoknya, satu blok seminggu lah," katanya menegaskan.

Ia mengatakan melalui percepatan pembangunan Huntara modular di Langkahan dan sejumlah titik lain di Aceh Utara, Kementerian PU memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera memperoleh hunian sementara yang aman dan layak sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian tetap.

Load More