- Kekurangan protein memicu kelelahan kronis pada anak karena tubuh kekurangan energi esensial untuk aktivitas fisik.
- Defisiensi protein menghambat pertumbuhan fisik optimal, ditandai dengan tinggi dan berat badan yang stagnan.
- Gejala lain termasuk sistem imun melemah, kerusakan rambut/kulit/kuku, serta perubahan suasana hati.
SuaraKalbar.id - Kekurangan protein pada anak sering kali tidak disadari sejak awal karena gejalanya terlihat ringan. Padahal, protein merupakan nutrisi penting yang berperan dalam pertumbuhan otot, memperkuat imunitas, serta mendukung produksi hormon dan enzim esensial.
Jika kebutuhan protein harian tidak terpenuhi, tubuh anak akan menunjukkan berbagai tanda peringatan. Orang tua perlu memahami gejala ini sejak dini agar risiko gangguan tumbuh kembang bisa dicegah.
Dikutip dari Times of India, ketika tubuh anak kekurangan nutrisi vital ini, sistem internal mereka akan mengirimkan sinyal peringatan. Berikut adalah beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai orang tua:
1. Kelelahan Kronis dan Kurang Energi
Anak yang kekurangan protein biasanya tampak sangat lelah, kesulitan mempertahankan aktivitas fisik, dan cepat merasa lemas. Protein adalah makronutrisi penyedia energi jangka panjang. Defisiensi nutrisi ini secara otomatis memicu kelesuan karena tubuh kekurangan “bahan bakar” untuk menjaga stamina.
Saran Ahli: Lengkapi diet harian anak dengan makanan kaya protein seperti telur, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan produk susu.
2. Pertumbuhan Fisik yang Melambat
Protein membantu tubuh membangun fondasi tulang, otot, dan jaringan. Jika asupan protein tidak mencukupi, peningkatan tinggi dan berat badan anak tidak akan berjalan optimal. Salah satu indikator sederhana adalah ukuran pakaian anak yang tidak berubah atau tetap muat selama berbulan-bulan. Jika ini terjadi, segera konsultasikan ke ahli gizi untuk penyesuaian pola makan.
3. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah
Apakah si kecil sering terserang flu atau butuh waktu lama untuk pulih dari sakit? Ini bisa menjadi tanda sistem imun yang rapuh akibat kurang protein. Nutrisi ini berperan krusial dalam pembentukan antibodi untuk melawan virus dan bakteri. Tanpa protein yang cukup, anak lebih rentan mengalami demam berulang dan batuk terus-menerus.
4. Kerusakan Rambut, Kuku, dan Kulit
Kesehatan rambut, kulit, dan kuku sangat bergantung pada keratin, yang merupakan salah satu jenis protein. Tanda-tanda awal defisiensi yang bisa diamati meliputi rambut yang menipis dan rapuh, kuku mudah patah, serta tekstur kulit yang kering, kasar, atau bersisik. Memberikan camilan tinggi protein dapat membantu memperbaiki kondisi ini secara bertahap.
5. Hilangnya Nafsu Makan dan Perubahan Suasana Hati
Gejala yang sering tidak disadari adalah menurunnya nafsu makan. Saat kekurangan protein, metabolisme tubuh melambat untuk menghemat energi, sehingga rasa lapar jarang muncul. Selain itu, anak mungkin menjadi mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, dan mengalami perubahan suasana hati karena protein berperan penting dalam menstabilkan kadar gula darah serta fungsi otak.
Kebutuhan Protein Anak Berdasarkan Usia
Berita Terkait
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Rambut Kurang Nutrisi? Coba 5 Produk Serum Sampo Andalan Ini!
-
Tampil Bugar Hingga Menit Terakhir: Panduan Nutrisi Anti-Lemas untuk Pemain Sepak Bola
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
BRI Cetak Wirausaha Baru dari Kalangan PMI, Cirebon Jadi Fokus Program
-
Dana SAL Kembali Ditempatkan, BRI Siap Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Lewat Pembiayaan Produktif
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional