- Helikopter Airbus H130 PK-CFX hilang kontak dalam perjalanan dari Kecamatan Menukung menuju Pontianak pada 16 April 2026.
- Sinyal satelit mendeteksi lokasi jatuh helikopter di kawasan lereng perbukitan Kecamatan Nanga Taman, Kalimantan Barat, Kamis sore.
- Tim SAR gabungan sedang mengevakuasi delapan orang di dalam helikopter tersebut dari medan hutan yang sangat ekstrem.
SuaraKalbar.id - Peristiwa jatuhnya helikopter Airbus Helicopter H130 PK-CFX di Kalimantan Barat menyisakan kesaksian dari warga sekitar yang sempat menyaksikan.
Helikopter tersebut diketahui sempat terlihat terbang normal pada Kamis (16/4/2026) pagi dari area perkebunan kelapa sawit PT Citra Mahkota di Kecamatan Menukung. Tak ada tanda-tanda mencurigakan hingga beberapa jam kemudian kabar hilang kontak mulai menyebar.
“Pagi tadi helikopter itu masih terlihat terbang dari kebun sawit,” ungkap seorang warga melansir suarakalbar-jaringan Suara.com. Ia pun mengaku menyaksikan langsung momen pesawat tinggal landas.
Namun, penerbangan yang tampak biasa itu berubah menjadi situasi darurat. Helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan menuju Pontianak.
Kondisi darurat mulai terkonfirmasi setelah sistem satelit COSPAS-SARSAT mendeteksi sinyal distress dari helikopter tersebut.
Sinyal beacon pada frekuensi 406.0367 MHz terdeteksi sekitar pukul 13.09 UTC oleh satelit LEOSAR, dengan koordinat awal berada di wilayah Kalimantan Barat.
Temuan ini menjadi petunjuk awal bagi tim SAR untuk melakukan pencarian di area yang dicurigai sebagai lokasi jatuh. Setelah dilakukan penyisiran sejak pagi, tim SAR gabungan akhirnya menemukan puing helikopter sekitar pukul 16.00 WIB.
Lokasi jatuh berada di kawasan lereng perbukitan Kecamatan Nanga Taman, dengan kondisi medan yang sulit dijangkau.
Hutan lebat, kontur tanah terjal, dan akses terbatas membuat proses evakuasi menjadi sangat menantang. “Kami sedang proses evakuasi, medannya cukup berat,” ujar salah satu anggota tim pencarian.
Baca Juga: Empat Tahun Bintang 5, Bank Kalbar Disebut Kelas Nasional: Prestasi Nyata atau Sekadar Label?
8 Orang di Dalam, Nasib Masih Belum Diketahui
Helikopter PK-CFX diketahui membawa delapan orang, terdiri dari dua kru yakni pilot dan co-pilot, serta enam penumpang dari perusahaan perkebunan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi para korban.
Tim SAR masih berupaya menembus lokasi untuk memastikan keadaan di lapangan dan melakukan evakuasi. Apa yang awalnya terlihat sebagai penerbangan biasa dari kawasan perkebunan di Kecamatan Menukung kini berubah menjadi tragedi yang menyita perhatian publik.
Dalam hitungan jam, helikopter tersebut beralih dari aktivitas rutin menjadi operasi penyelamatan besar-besaran di tengah hutan Kalimantan.
Hingga kini, publik masih menunggu kepastian terkait nasib delapan orang di dalam helikopter tersebut, sementara proses evakuasi terus berlangsung di medan ekstrem.
Berita Terkait
-
Update Evakuasi Helikopter PK-CFX: 8 Penumpang Terjebak di Hutan Ekstrem Sekadau
-
Detik-Detik Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Hancur di Kalimantan Barat
-
Waspada! BMKG Rilis Prakiraan Cuaca untuk Sintang dan Sekadau Sepekan
-
Polres Sekadau Sediakan Layanan Penitipan Motor Gratis bagi Pemudik, Cek Syarat dan Lokasi di Sini
-
Banjir Sekadau: 8 Rumah Roboh Diterjang Longsor, Puluhan Lainnya Terendam
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Pendapatan Hampir Sesuai Target, Mengapa Ada Rp138 Miliar Dana Tersisa di APBD Pontianak?
-
Tak Terhalang Batas Negara, Dayak Bidayuh RI dan Malaysia Bersatu di Gawia Sowa 2026
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang