- Helikopter Airbus H130 PK-CFX yang membawa delapan orang jatuh di hutan Kecamatan Nanga Taman, Kalimantan Barat.
- Sistem satelit mendeteksi sinyal darurat pada pukul 13.09 UTC saat helikopter terbang dari Menukung menuju Pontianak.
- Tim SAR gabungan sedang berupaya melakukan evakuasi di lokasi reruntuhan yang memiliki medan geografis sangat ekstrem.
SuaraKalbar.id - Identitas delapan orang yang berada di dalam helikopter Airbus Helicopter H130 PK-CFX yang jatuh di Kalimantan Barat mulai terungkap. Data sementara yang dihimpun dari manifes penerbangan dan aparat di lapangan menyebutkan, seluruhnya terdiri dari dua kru dan enam penumpang dari perusahaan perkebunan.
Helikopter tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan dari kawasan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Menukung menuju Pontianak. Beberapa jam kemudian, puing helikopter ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan hutan lebat Kecamatan Nanga Taman.
Hingga kini, kondisi seluruh penumpang masih belum diketahui. Proses evakuasi terus berlangsung di tengah medan ekstrem yang menjadi tantangan utama tim SAR gabungan.
Berdasarkan data manifes yang dihimpun dari aparat, berikut identitas penumpang dan kru di dalam helikopter yakni kru terdiri atas Kapten Marindra W (pilot) dan Harun Arasyd (co-pilot). Sedangkan penumpang yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O dan Sugito.
Data ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui seiring proses identifikasi resmi oleh pihak berwenang.
Sebelum insiden terjadi, helikopter PK-CFX diketahui baru saja meninggalkan area perkebunan sawit PT Citra Mahkota di Menukung. Penerbangan tersebut awalnya terlihat normal tanpa indikasi gangguan.
Seorang warga setempat bahkan mengaku sempat melihat helikopter itu terbang pada pagi hari. “Pagi tadi helikopter tersebut terlihat terbang dari kebun sawit,” ungkapnya melansir suarakalbar-jaringan Suara.com.
Namun dalam hitungan jam, komunikasi dengan helikopter terputus. Situasi berubah menjadi darurat saat sinyal distress terdeteksi melalui sistem satelit.
Sistem COSPAS-SARSAT mendeteksi sinyal darurat (distress signal) dari helikopter pada pukul 13.09 UTC melalui satelit LEOSAR. Sinyal beacon pada frekuensi 406.0367 MHz itu mengindikasikan adanya kondisi darurat di udara.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Helikopter PK-CFX: Dari Menukung hingga Jatuh di Hutan Ekstrem Sekadau
Koordinat awal yang terdeteksi berada di wilayah Kalimantan Barat, menjadi acuan penting bagi tim SAR dalam menentukan area pencarian.
Namun, karena kondisi geografis berupa hutan lebat dan perbukitan, titik lokasi tidak bisa langsung dijangkau.
Setelah penyisiran intensif sejak pagi, tim SAR gabungan akhirnya menemukan puing helikopter sekitar pukul 16.00 WIB.
Lokasi jatuh berada di lereng perbukitan kawasan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Medan yang curam dan tertutup vegetasi rapat membuat proses evakuasi berlangsung sulit.
Tim harus berjalan kaki menembus hutan untuk mencapai titik lokasi. “Kami sedang proses evakuasi, medannya cukup berat,” ujar salah satu anggota tim pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kondisi delapan orang di dalam helikopter tersebut. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan relawan masih fokus menembus lokasi dan melakukan evakuasi.
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Lengkap Helikopter PK-CFX: Dari Menukung hingga Jatuh di Hutan Ekstrem Sekadau
-
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, Kesaksian Warga Ungkap Momen Terakhir Sebelum Hilang
-
Update Evakuasi Helikopter PK-CFX: 8 Penumpang Terjebak di Hutan Ekstrem Sekadau
-
Detik-Detik Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Hancur di Kalimantan Barat
-
Waspada! BMKG Rilis Prakiraan Cuaca untuk Sintang dan Sekadau Sepekan
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian
-
Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara
-
Dukung Pembangunan Nasional, BRI Salurkan KUR Rp167,01 Triliun hingga September 2026
-
Karhutla Kian Mengancam, 62.400 Balita Terserang ISPA: Pemerintah Harus Bertindak!