- Helikopter PK-CFX hilang kontak setelah lepas landas dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya pada pagi hari.
- Tim gabungan menemukan puing helikopter di kawasan perbukitan Sekadau setelah melakukan pencarian selama sebelas jam yang krusial.
- Seluruh delapan penumpang helikopter dinyatakan meninggal dunia dalam insiden kecelakaan di medan hutan yang sulit dijangkau tersebut.
SuaraKalbar.id - Helikopter PK-CFX yang jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat, tidak langsung ditemukan setelah dilaporkan hilang kontak. Terdapat rentang waktu sekitar 11 jam yang menjadi fase krusial dalam peristiwa tersebut, sejak lepas landas hingga akhirnya puing ditemukan di kawasan hutan perbukitan.
Rentang waktu ini kini menjadi perhatian dalam upaya mengungkap penyebab helikopter jatuh di Sekadau.
Helikopter jenis Airbus H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX diketahui lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota Abadi di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB. Penerbangan tersebut dijadwalkan menuju helipad PT Graha Agro Nusantara I di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, dengan membawa delapan orang di dalamnya.
Pada awal penerbangan, tidak ditemukan indikasi gangguan. Namun, tak lama setelah lepas landas, komunikasi dengan helikopter terputus secara tiba-tiba.
Tidak ada sinyal darurat yang dikirim. Tidak ada pesan terakhir yang diterima.
Kondisi ini membuat tim langsung meningkatkan status menjadi pencarian darurat. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian berdasarkan titik terakhir komunikasi.
Kapolda Kalimantan Barat menyebut, helikopter terakhir terdeteksi berada di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
“Helikopter tersebut berangkat dari helipad PT Citra Mahkota Abadi di Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi pada pukul 07.34 WIB dan dijadwalkan tiba di helipad PT Graha Agro Nusantara I di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya,” ujarnya.
Pencarian tidak berjalan mudah. Medan hutan Sekadau yang lebat dan berbukit menjadi kendala utama bagi tim di lapangan. Setelah berjam-jam pencarian, titik terang akhirnya muncul. Pada pukul 18.50 WIB, tim gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter di kawasan perbukitan.
Baca Juga: Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
“Pada pukul 18.50 WIB, tim gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter. Dari hasil temuan di lokasi, seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia,” katanya.
Kapolda menambahkan, lokasi kejadian berada di wilayah yang sulit dijangkau, dengan kondisi geografis yang terjal. “Lokasi kejadian perkara berada di wilayah yang sulit dijangkau dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit berjalan kaki dari Desa Tapang, Kecamatan Nanga Taman,” jelasnya.
Seluruh korban kemudian dievakuasi dalam operasi yang berlangsung di medan ekstrem.
Rentang waktu sekitar 11 jam sejak hilang kontak hingga penemuan puing menjadi bagian penting dalam proses investigasi. Waktu tersebut digunakan untuk menentukan perkiraan kejadian, membaca kondisi sebelum kecelakaan, serta menjadi dasar analisis lebih lanjut oleh tim investigasi.
Dari pagi hingga sore, satu penerbangan berubah menjadi tragedi. Rentang waktu itu kini menjadi kunci untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di udara sebelum helikopter PK-CFX jatuh di Sekadau.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
4 Korban Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Teridentifikasi, Termasuk Pilot dan CEO KPN Corp
-
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Tanpa Black Box, Ini Dampaknya pada Investigasi
-
CEO KPN Corp Asal Malaysia Jadi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Ini Daftar Penumpang PK-CFX
-
Helikopter Jatuh di Sekadau: KNKT Ungkap Penyebab PK-CFX Masih Misteri
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Perkuat UMKM Eks Pekerja Migran Indonesia Lewat KUR dan Pelatihan Purna Migran
-
Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas
-
Mari Rayakan HUT ke-70 Danamon di Pontianak dengan Hidangan Serba Rp70 Pakai QRIS D-Bank PRO
-
Kontribusi Pajak BRI Terbesar di Industri Keuangan, Perkuat Dukungan bagi Pembangunan Nasional
-
BRI Tawarkan ORI030 dengan Kupon Tetap Hingga 7,00% per Tahun